Kaltim

Dampak PMK, Kaltim Masih Kekurangan Stok Hewan Kurban Jelang Iduladha

Kaltimtoday.co, Samarinda – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan telah menyebar ke-18 provinsi di Indonesia. Untuk Pulau Kalimantan telah dinyatakan sebagai pulau tertular dengan adanya kasus terkonfirmasi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Perkembangan PMK di Kalimantan Timur, berdasarkan laporan telah ditemukan indikasi PMK di Berau sebanyak 1 (satu) hewan ternak berlokasi di Rumah Potong Hewan (RPH) Berau.

Baca juga:  Pemkab Kukar Salurkan 25 Hewan Qurban, Rendi Solihin Ingatkan Ketentuan Pelaksanaan Iduladha

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Munawwar mengatakan, PMK akan berdampak pada ketersediaan stok dan harga hewan kurban di Kaltim jelang Iduladha. Terlebih saat ini ditemukannya satu hewan ternak di Berau, terindikasi terkena penyakit mulut dan kuku. Namun saat ini, langkah pencegahan PMK terus dilakukan dengan survilans atau pengamatan dan pengumpulan data serta informasi di 10 kabupaten/kota.

“Jelang IdulAdha 2022 mendatang, kebutuhan sapi di Kaltim mencapai 14.659 ekor, sementara saat ini baru tersedia 8.668 ekor. Kekurangan sekitar 5.991 ekor,” katanya, Senin (6/6/2022).

Munawwar merincikan dari 150 lokasi, 4.720 ekor hewan ternak telah diperiksa, mulai dari sapi, kambing, kerbau dan domba.

Dia melanjutkan, untuk hewan ternak kerbau, kebutuhan 12 ekor, saat ini baru tersedia 6 (enam) ekor. Kemudian, kebutuhan kambing seharusnya 6.151 ekor, namun saat ini baru tersedia 3.616 ekor, sehingga masih kekurangan 2.535 ekor sapi.

“Banyaknya kasus PMK ditemukan di Indonesia, berdampak pada terhambatnya distribusi hewan ternak ke Kaltim. Apalagi ada surat edaran dari karantina yang melarang lockdown pengadaan lalu lintas bidang ternak, bakal menjadi bias,” tegasnya.

Baca juga:  Kemenhan Terus Membangun Pertahanan Negara dengan Pembinaan Resimen Mahasiswa

Ancaman masuknya PMK ke Kalimantan Timur semakin tinggi sehingga dipandang perlu adanya respon cepat untuk menghindari penyebaran lebih luas dan upaya mitigasi risiko dengan melakukan tindakan pengendalian dan penanggulangan PMK secara cepat dan tepat.

“Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian akibat kematian ternak dan kerugian-kerugian ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung,” imbuhnya.

[RWT | ADV DISKOM KALTIM]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

[related_posts_by_tax taxonomies=”post_tag”

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker