Samarinda

Disdik Samarinda Mulai Simulasikan Asesmen Nasional Tingkat SD dan SMP

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda saat ini mulai simulasikan Asesmen Nasional (AN) tingkat SD dan SMP. Setelah Ujian Nasional (UN) resmi dihapus oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), AN mulai diberlakukan melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang digelar masing-masing sekolah.

Pelaksanaan AN tersebut mulai disimulasikan oleh Disdik Samarinda dari 23 Agustus 2021. Diketahui simulasi ini akan berjalan sampai 27 Agustus 2021. Berbeda saat UN terdahulu, sistem penilaian AN akan dimulai pada jenjang kelas V SD dan kelas VIII SMP.

Baca juga:  Disdik Samarinda Terima Kunjungan DPRD Palu, Bahas Pelaksanaan Belajar dari Rumah

Simulasi ini melibatkan maksimal 30 siswa tingkat SD dan 45 siswa tingkat SMP.
Siswa yang mengikuti simulasi sudah dipilih dari sekolah masing-masing.

Setiap sekolah yang ditunjuk melakukan simulasi AN juga telah mendaftarkan 5 siswanya sebagai cadangan peserta simulasi.

Baca juga:  Wali Kota Samarinda Diminta Bertindak Tegas Cegah Aktivitas Tambang Ilegal

Kepada Disdik Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan, sebelum simulasi AN dimulai, pihak terlebih dahulu melakukan sosialisasi serta persiapan di beberapa sekolah. Secara prinsipnya, setiap sekolah yang ditunjuk adalah yang siap melaksanakan simulasi.

“Sudah beberapa kali mengadakan sosialisasi. Minggu lalu juga saya buka langsung semua SMP dan SD untuk mempersiapkan diri,” ujar Asli Nuryadin, Senin (23/8/2021).

Baca juga:  Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSIA Jimmy Medika Borneo Komitmen Layani Peserta JKN

Melalui sosialisasi tersebut, lanjut Asli, hal itu diharapkan akan memotret tentang peta kesiapan masing-masing sekolah. Selain itu, pelaksanaan try out siswa juga nantinya akan dilakukan simulasi uji coba pula.

“Nanti kita lihat sepeti apa hasilnya karena itu berbeda dengan UN. Kalau dulu potret mutu sekolah itu hanya diambil dari UN. Karena tidak semua anak yang ikut. Simulasi AN kali ini menggunakan sampling aja, mungkin 20 sampai 30 anak,” terangnya.

Baca juga:  Jaang Pamerkan Belasan Koleksi Mandau Di Museum Samarendah

Terlebih, Asli berharap AN dapat menjadi evaluasi sistem pendidikan guna mendorong dan memfasilitasi perbaikan mutu pembelajaran. Untuk itu pula, AN tidak hanya ditujukan siswa saja, melainkan kepala sekolah dan guru pun ikut diasesmen.

“Nanti kepapa sekolah dan gurunya juga di asesmen. Kita ingin melihat seberapa jauh hasilnya. Karena itu memang yang mau dipotret,” pungkas Asli.

[REF | TOS | ADV DISDIK SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close