PPU

Diserang Hama Sundep, Sebagian Petani Padi di PPU Terancam Gagal Panen

Kaltim Today
22 Februari 2021 17:27
Diserang Hama Sundep, Sebagian Petani Padi di PPU Terancam Gagal Panen

Kaltimtoday.co, Penajam – Tanaman padi milik petani di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diserang hama penggerek batang, atau biasa disebut hama sundep. Akibatnya, sebagian petani terancam gagal panen karena padi menjadi putih dan butir padi hampa.

Saat ini, sudah ada padi yang berada pada fase pematangan butir padi, bahkan sudah ada yang siap panen (generatif). Namun, petani dikejutkan dengan datangnya hama sundep, yang menyebabkan tanaman padi mereka menjadi layu, kering, serta butir padi muncul putih dan hampa.

“Kondisinya sekarang padi putih dan tidak ada isinya. Padahal calon benih yang dipilih itu label putih dan label ungu yang direkomendasikan, tapi ya namanya saja hama, siapa yang tahu,” ujar Suparman, salah satu petani.

Padahal petani setempat sudah cukup baik dalam memberikan perawatan dan pencegahan hama, baik pemupukan ataupun penyemprotan. Namun, curah hujan tinggi dan permukaan air sawah yang sempat tinggi disinyalir menjadi penyebab hama sundep masuk ke tanaman.

Kondisi tanaman padi yang diserang hama sundep. (Alif/kaltimtoday.co)
Kondisi tanaman padi yang diserang hama sundep. (Alif/kaltimtoday.co)

“Saya beri perawatan dan pencegahan hama, tapi karena sering hujan jadi air tinggi dan sempat rendam sawah waktu padi umur satu setengah bulan, sehingga ulat masuk ke batang padi,” lanjutnya.

Hama penggerek batang merupakan hama yang paling ditakuti oleh para petani. Sebelumnya, hama yang sama pernah muncul namun dengan jumlah sedikit dan hanya di beberapa titik. Namun, awal 2021 hama yang muncul lebih banyak dan hampir merata.

“Sekecamatan Babulu yang padinya sudah mengeluarkan malai (butir padi) saat ini semua sama kondisinya, diserang penggerek padi atau sundep,” terang Sayid, salah satu penyuluh pertanian.

Para petani berharap hama sundep segera hilang, agar padi yang saat ini masih pada fase vegetatif atau masa pertumbuhan nantinya bisa memiliki malai yang bagus dan berisi. Jika hama tersebut selalu ada, maka petani akan sulit mengembalikan modal, bahkan terancam merugi.

[ALF | RWT]



Berita Lainnya