Samarinda

DLH Samarinda Ingatkan Pembukaan Lahan yang Berlebihan Berdampak pada Kualitas Air dan Pencemaran Tanah

Kaltimtoday.co, Samarida – Maraknya pembukaan lahan, membuat kualitas tanah semakin menurun. Tutupan lahan yang terkikis bergerak dan berkurang daya resapnya menyebabkan flow base air yang menuju ke sungai semakin berkurang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mengimbau agar warga yang bermukim pada dataran tinggi untuk berhenti membuka lahan.

Pembukaan lahan secara terus menerus tanpa adanya penutupan selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan dan pencemaran kualitas tanah. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rosana.

Baca juga:  Kaltim Tak Masuk Daftar Prioritas Dapatkan Vaksin Covid-19, Hadi Mulyadi: Angka Kesembuhan Capai 81 Persen

“Dari kerusakan pembukaan lahan, itu bisa jadi pencemaran. Selain tambang, pembukaan lahan untuk pemukiman seyogyanya turut dapat dikendalikan,” ungkap Rosana.

Imbas lain selain berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), tanah yang terkikis bergerak ke bawah menuju sungai, hingga terjadi pengendapan. Tak pelak, kualitas air pada sungai menjadi kurang baik akibat masuknya zat lain dari tanah. Tak hanya tanah, sungai turut mengalami pencemaran.

“Kami senantiasa mendata pembukaan dan tutupan lahan di 10 kecamatan, pembinaan kegiatan yang mengarah pencemaran dan upaya reklamasi dan revegetasi, juga senantiasa kami berikan,” tuturnya.

Baca juga:  Tidak Takut! Presiden Jokowi Siap Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19

Lebih lanjut, Rosana menambahkan pasca terpilihya Kaltim menjadi IKN. Kendati tak menjadi Ibu kota, Samarinda menjadi kota penyangga yang merupakan sasaran empuk bagi investor dalam mengadakan pembangunan. Keindahan sungai yang menjadi poin utama, Rosana berharap investasi dapat diimbangi dengan kepedulian pada lingkungan.

“Indeks Kualitas Hidup Lingkungan (IKLH) kita masih di bawah angka 60 pada data terakhir tahun 2019. Tergolong masih belum memuaskan. Kami harap untuk semua pihak lebih peduli terutama pada perubahan bentang lahan, perihal geseran tanah, longsor, akibat ulah manusia juga,” tutup Rosana.

[SNM | RWT | ADV DLH]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker