Kukar

Duduk Sorangan Film Hasil Karya Pemuda Kukar, Bakal Ikut Festival Nasional dan Internasional

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Sekumpulan pemuda asal Kutai Kartanegara yang bergabung di East Borneo Film (EBF) mulai mengembangkan kreatifitas dalam memproduksi film. Baru-baru ini EBF memproduksi film Duduk Sorangan dan berlokasi di Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Sutradara Film, David Richard mengatakan bahwa film ini mengambil mitologi cerita rakyat yakni pesut mahakam. Dalam cerita yang beredar bahwa pesut mahakam dulunya seorang manusia biasa.

Baca juga:  "Kukar Pintar" Bantu Pembelajaran Siswa SMP di Kukar

“Jadi kami menggambarkan cerita rakyat desa bahwa manusia itu adalah pesut mahakam. Dan kami kemas menjadi film fiksi yang mengangkat tentang kepunahan” kata David sapaan akrabnya kepada Kaltimtoday.co, Senin (30/11/2020).

Dia menambahkan, jika terjadinya kepunahan di simbolisasikan menjadi manusia karena manusia akan sadar dan empati jika melihat sesama manusia yang menderita, tetapi kalau hewan jarang. Oleh sebab itu, film ini mengingatkan bahwa manusia harus sadar dan empati kepada hewan.

Selain itu, film ini berbicara tentang lingkungan jika masyarakat membuang sampah ke sungai maka keberadaan pesut mahakam dan ikan yang lainnya akan terancam punah.

“Lewat film ini mengingatkan pada masyarakat agar turut menjaga kebersihan sungai dan keberlangsungan Pesut Mahakam” ujar David.

Dia menambahkan, lokasi di Desa Muara Enggelam sangat cocok sebagai tempat produksi karena desa tersebut sebagai besar berada di pemukaan air. Selain itu, masyarakat disana juga dilibatkan dalam pembuatan film tersebut seperti pemain utama dan crew film.

Proses produksi Film Duduk Sorangan di atas permukaan air di Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kukar. (Ist/Kaltimtoday.com)

Kemudian, film pendek garapan putra daerah rencana akan diikutkan di festival internasional seperti di festival busan, festival film asia di Singapura dan jika bisa masuk akan mengikuti festival di Prancis.

Jadi, lanjut David, film ini diikutsertakan di festival internasional untuk mengambarkan kondisi pesut mahakam di Kukar.

“Kami juga berharap nanti bisa masuk Festival Film Indonesia (FFI),” pungkasnya.

[SUP | TOS | ADV DISKOMINFO]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close