HeadlineKaltim

Ekonomi Kaltim Terus Membaik, Kuartal Ketiga Sudah Tembus 6,89 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Diatas Nasional

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pertumbuhan ekonomi triwulanan Kaltim 2019 berada di atas pertumbuhan nasional, pada kuartal ketiga perekonomian Kaltim tumbuh 6,89 persen dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02 persen.

Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut, hanya saja pertumbuhan ekonomi dimaksud masih dihadapkan pada sejumlah tantangan diantaranya struktur ekonomi Kaltim yang masih didominasi sumber daya yang tidak terbarukan seperti batu bara, minyak, dan gas.

Baca juga:  Setelah Perbaikan, Bandara APT Pranoto akan Diupgrade Besar-Besaran

“Pertumbuhan ekonomi juga masih sangat dipengaruhi oleh harga komoditas batu bara, minyak, gas, dan CPO,” ujar Gubernur Isran seperti informasi dirilis Biro Humas Setprov Kaltim saat memaparkan potensi investasi Provinsi Kaltim saat didaulat menjadi narasumber pada ajang 2019 World Bank – Asia Competitiveness Institute Annual Conference bertajuk “Urbanization Drive and Quality Adjusted Labour Contibutions to GDP” yang dihelat di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, Selasa (19/11/2019).

Selain itu, Kaltim juga masih dihadapkan pada permasalahan tingkat pengangguran Kaltim yang masih berada di atas angka nasional termasuk disparitas HDI (Human Development Index) antara daerah perkotaan dan pedesaan yang juga masih sangat tinggi.

Namun demikian peringkat daya saing Kaltim tahun 2020 naik menjadi peringka ke-4 di Indonesia, ini tentu menjadi kabar baik jika membandingkan peringkat daya saing Kaltim pada tahun 2019 yang masih berada di posisi 7.

Gubernur berharap berbagai penjelasan tersebut dapat meyakinkan para pengusaha Singapura agar tidak ragu. Karena selain memiliki peluang yang masih sangat terbuka, kondisi Kaltim juga sangat kondusif untuk berinvestasi.

Sementara itu, Hasil penelitian Asia Competitiveness Institute – National University of Singapore (ACI-NUS) pada 2017-2018 menyebutkan indikator terlemah dari daya saing Kaltim adalah pertumbuhan ekonomi yang rendah dan Non Performing Loans (NPL) yang rendah.

Baca juga:  2020-2022, PHM Bakal Bor 257 Sumur Baru

Itu sebabnya saat gubernur memiliki kesempatan berbicara menyanggah informasi tersebut, Dia memaparkan keunggulan daerah sekaligus menyakinkan investor agar tertarik berinvestasi di Kaltim.

[TOS | ANTARA]
Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close