Internasional

Fenomena Blood Moon Muncul 27 Agustus 2026, Isu Kiamat Kembali Ramai di Medsos

Network — Kaltim Today 26 Agustus 2026 11:03
Fenomena Blood Moon Muncul 27 Agustus 2026, Isu Kiamat Kembali Ramai di Medsos
Ilustrasi penampakan fenomena astronomi gerhana bulan sebagian atau blood moon dengan rona merah tembaga yang menghiasi langit malam. (Pixabay)

Kaltimtoday.co - Fenomena astronomi gerhana bulan sebagian yang diprediksi menghiasi langit pada Kamis (27/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026) dini hari memicu perbincangan hangat di media sosial. Peristiwa yang memperlihatkan permukaan bulan berwarna merah tembaga atau kerap disebut blood moon tersebut kembali dikaitkan dengan isu akhir zaman atau kiamat oleh sebagian kalangan warganet. 

Dilansir Daily Mail, Rabu (26/8/2026), sekitar 96 persen permukaan bulan akan tertutup oleh umbra, yakni bayangan inti bumi yang paling gelap. Penjajaran yang nyaris sempurna antara matahari, bumi, dan bulan ini cukup untuk membiaskan cahaya matahari ke atmosfer bumi sehingga menghasilkan pantulan rona merah dramatis pada piringan bulan. 

Rangkaian gerhana diperkirakan berlangsung selama total lima setengah jam, dimulai saat bulan memasuki bayangan penumbra hingga masuk fase gerhana sebagian pada pukul 22.34 waktu setempat. Adapun puncak keindahan bulan merah ini diproyeksikan terjadi pada pukul 00.12 dini hari.

Kawasan yang memiliki jalur visibilitas terbaik untuk menyaksikan fenomena langit ini meliputi sebagian besar benua Amerika, wilayah Eropa Barat, dan sebagian Afrika Barat. Sementara itu, wilayah Alaska serta kawasan barat laut Kanada dilaporkan berada di luar jangkauan pengamatan visual.

Di tengah antusiasme komunitas astronomi, kemunculan fenomena ini memicu spekulasi apokaliptik di dunia maya. Sejumlah unggahan di platform media sosial X mengaitkan rona merah bulan dengan literatur nubuat kuno serta teks kitab suci, salah satunya rujukan pada Kitab Yoel yang memuat metafora kosmik mengenai bulan yang berubah merah.

Para penafsir dan pengamat memandang narasi apokaliptik tersebut sebagai simbol peringatan spiritual yang kerap mencuat setiap kali terjadi peristiwa langit langka.

Secara ilmiah, gerhana bulan dengan rona merah merupakan siklus optik dan astronomi alami yang aman untuk diamati. Fenomena serupa dalam deret siklus ini tercatat pernah berlangsung pada 16 Agustus 2008 dan diperkirakan baru akan kembali terulang pada 7 September 2044 mendatang. 

[RWT] 



Berita Lainnya