HeadlineKaltim

Gara-gara Corona, Pendapatan Kaltim Meleset Rp 3,25 Triliun

Kaltimtoday.co, Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyatakan virus corona telah memberikan pukulan terhadap APBD Kaltim 2020. Pasalnya, karena virus tersebut target pendapatan turun dari sebelumnya sebesar Rp 11,84 triliun menjadi hanya 8,58 triliun. Berkurang sebesar Rp 3,25 triliun atau turun 27,51 persen.

Hadi Mulyadi mengatakan, ada banyak faktor yang membuat target pendapatan sulit dipenuhi. Mulai kondisi ekonomi makro yang sangat sulit diprediksi. Penurunan harga minyak dan gas, harga komoditi tambang di pasar internasional yang anjlok, rendahnya daya beli masyarakat, tidak dipungutnya PKB dan BBN alat berat, hingga kebijakan pusat atas pengalokasian dan penyaluran dana transfer yang bersifat dinamis.

Baca juga:  Calon Tunggal di Pilkada Balikpapan, Warga Boleh Kampanye Kotak Kosong

“Selain itu ada banyak faktor lain yang membuat penerimaan pendapatan di APBD Perubahan Kaltim 2020 mengalami kontraksi,” ujar Hadi Mulyadi saat menyampaikan kondisi perekonomian di DPRD Kaltim, Senin (14/9/2020).

Selain itu, lanjut dia, ada beberapa komponen yang mengalami penyesuaian yaitu, PAD sebesar Rp4,31 triliun atau turun Rp2,46 triliun (36,3 persen), dana perimbangan sebesar Rp4,19 triliun atau turun Rp788,41 miliar (15,83 persen).

Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp73,27 miliar atau turun Rp8,65 miliar (10,57 persen) serta penerimaan pembiayaan sesuai perhitungan APBD 2019, sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu sebesar Rp2,24 triliun, bertambah sebesar Rp1,79 triliun dari alokasi APBD murni TA 2020 sebesar Rp451,32 miliar.

Baca juga:  3 Kepala Daerah di Kaltim Disemprot Mendagri karena Langgar Protokol Covid-19

“Turun dari Rp12,29 triliun menjadi hanya Rp10,83 triliun di APBD Perubahan,” tuturnya.

Karena kondisi ini, Pemprov Kaltim dipastikan akan memutar otak untuk merelokasi anggaran. Hal ini harus ditempuh. Meski begitu, pemprov memastikan anggaran penanganan Covid-19 akan tetap dipertahankan tersebut dan tersedia hingga Desember 2020.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close