Samarinda

Hanya Penuhi 1 dari 5 Parameter, Samarinda Tak Bisa Laksanakan PPKM

Kaltimtoday.co, Samarinda – Ada 2 daerah di Kaltim yang sudah resmi melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni Balikpapan dan Bontang. Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor sempat menyebutkan bahwa ada beberapa daerah yang diperkirakan akan menyusul Balikpapan dan Bontang, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara dan Berau.

Bicara soal rencana PPKM di Samarinda, awak media berusaha mengonfirmasinya kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Samarinda, dr Ismed Kusasih. Disebutkan Ismed, ada 5 parameter yang harus terpenuhi jika sebuah daerah ingin melangsungkan PPKM.

Baca juga:  Donor Plasma Darah Jadi Alternatif untuk Bebas dari Covid-19

Kelima parameter tersebut adalah tingkat kematian di atas rata-rata nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus nasional, tingkat keterisian rumah sakit untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Samarinda itu hanya memenuhi 1 dari 5 parameter itu. Hanya angka kematian yang di atas rata-rata nasional. Jadi kita ini tidak memenuhi syarat,” ungkap Ismed saat ditemui awak media pada Rabu (20/1/2021).

Namun, Ismed mengakui bahwa, saat ini Samarinda turut mengalami kenaikan kasus positif. Pun sama dengan kabupaten dan kota lainnya, sehingga dia mengimbau seluruh masyarakat Kota Tepian untuk tetap waspada. Ismed juga menyebutkan, Samarinda harus optimistis karena mendapat kesempatan sebagai penerima jatah vaksin pertama sebanyak 12.960 dosis. Menurutnya, paling tidak itu sudah membentuk permulaan herd immunity di tengah masyarakat.

Diketahui bahwa vaksin tahap pertama ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes). Disebutkan Ismed, pemberian vaksin sudah di atas 60 persen. Selanjutnya, Dinkes Samarinda akan terus memantau pemutakhiran data itu.

Baca juga:  Jika Ingin Capai Herd Immunity, Kaltim Butuh 4.513.012 Dosis Vaksin

Bicara soal kesiapan rumah sakit, keterisiannya masih sekitar 70 persen, sedangkan aturan nasional mengimbau untuk tidak melebihi 90 persen. Ismed juga mengatakan, meskipun Samarinda mengalami kenaikan kasus positif, namun kebanyakan yang terjadi justru kasus bergejala ringan dan sedang.

“Sehingga masih bisa isolasi mandiri atau dirawat di Bapelkes dan BPSDM Kaltim. Jadi alhamdullilah, 2 pusat karantina itu masih cukup,” tandasnya.

[YMD | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close