Kukar

Harapan Besar Edi Damansyah untuk Film Perisai Mahakam

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah dan Wabup Kukar Rendi Solihin sangat antusias menyaksikan Film Perisai Mahakam, tayang perdana di lapangan terbuka di Kecamatan Muara Wis pada Sabtu (4/12/2021) malam. 

Film yang digagas oleh Anggota DPRD Kukar, Ahmad Zulfiansyah mengangkat tentang kearifan lokal yang ada di desa-desa. Semua aktor yang terlibat pun merupakan putra atau putri lokal.

Baca juga:  Kasus Positif Covid-19 di Kukar Bertambah 55 Orang dalam Sehari

Pada kesempatan tersebut, Edi Damansyah mengatakan, film ini diluar ekspektasi. Karena film penggagas film merupakan salah satu putra dari Kukar yang punya komitmen terhadap daerah.

Di dalam film berdurasi sekitar 60 menit, bercerita tentang potensi Kukar, baik itu sumber daya alam maupun tradisi adat istiadat. Bahkan kehidupan masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Muara Wis dan Kota Bangun

“Karena ini memang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kukar, jadi sangat dukung sekali, baik dukungan secara moril  maupun segi pembiayaan melalui Dinas Pariwisata,” kata Daman.

Bupati Kukar dan Wabup Kukar, Edi Damansyah- Rendi Solihin saat menyampaikan sambutan sekaligus peresmian film Perisai Mahakam. (Supri/ Kaltimtoday.co).

Harapannya dari Perisai Mahakam, bisa menjadi media promosi terhadap potensi kearifan lokal. Sebab potensi objek wisata, SDA burung walet, sektor perikanan hasil produksi UMKM di sejumlah desa di Muara Wis dan Kota Bangun dikemas dengan baik.

Daman juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih, terutama kepada Ahmad Zulfiansyah yang sudah berkreasi dan inovasi. Sehingga ini merupakan sebagai salah satu untuk memajukan dunia perfilman serta memotivasi generasi milenial untuk terus berkarya.

“Saya kira ini bagian dari Kukar Idaman, makanya kami grand strategi pembangunan Kukar Idaman adalah dari Inovatif, Daya Saing dan Mandiri. Jadi harapannya, bisa mencapai kemandirian semua sisi nanti,” ungkapnya.

Baca juga:  Pembangunan Wilayah Utara Kutim Masih Tertinggal

Dikatakan Daman, bagaimana sektor-sektor yang diangkat di film Perisai Mahakam bisa memberikan kontribusi yang besar. Untuk peningkatan ekonomi, khususnya ekonomi masyarakat di dua kecamatan dan masyarakat kukar.

“Pokoknya mantap,” sebutnya.

Sementara Wabup Kukar Rendi Solihin menambahkan, dunia perfilman di Kukar belum bisa mencapai standar untuk masuk tayang secara nasional. Karena ada prosedur yang harus dipenuhi agar bisa masuk di bioskop di Indonesia, salah satunya minimal film durasi dua jam.

“Harapannya, ke depan bisa terus dikembangkan supaya menjadi motivasi buat teman-teman pemuda lainnya. Terutama insan perfilman di Kukar untuk mau ikut lebih aktif lagi berkontribusi di dunia perfilman,” tutupnya.

[SUP | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close