Samarinda

Ingin Garap Sampah Jadi Sumber Ekonomi Kreatif, Olli Chandra: Kami Butuh Dukungan Pemkot

Kaltim Today
24 November 2019 13:37
Ingin Garap Sampah Jadi Sumber Ekonomi Kreatif, Olli Chandra: Kami Butuh Dukungan Pemkot
Olli Chandra.

Kaltimtoday.co,Samarinda - Lahir di Muara Wahau pada 1 Desember 1999, Olli Chandra yang akrab di sapa Olli, lolos memasuki 30 besar finalis dalam ajang Pemilihan Duta Peduli Sampah Samarinda (DPS) 2019.

Mahasiswa prodi Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Unmul ini mengatakan, terjun ikut sebagai peserta DPS bukan didasari semata-mata karena ingin menjadi duta. Olli menegaskan bahwa, kali ini kegiatan yang dilaksanakan pemerintah sudah tepat.

"Ini ajang pemilihan pertama yang saya anggap luar biasa, karena kapan lagi anak-anak muda yang notabene peduli dengan lingkungan bisa bermitra dengan pemerintah, apa lagi gaungnya soal sampah," papar Olli, Sabtu (23/11/2019) kemarin.

Alasan Olli yang diungkapkannya, ikut serta dalam ajang DPS yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidu Samarinda (DLH) ini, selain untuk menambah wawasan, olli akan menampilkan ide-ide cemerlangnya dalam membantu pemerintah untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Samarinda.

"Saya ingin belajar dan menambah pengetahuan juga pengalaman dalam upaya lebih mencintai lingkungan melalui sampah. Selain itu juga, saya ingin mengajak dan menjadi role model bagi milenia Samarinda untuk mencintai lingkungan dengan cara yang keren," katanya.

Dimulai dari kegemarannya melakukan traveling, menjadikan Olli terbuka pandangan soal lingkungan. Dikatakan oleh olli,  di setiap kota, sampah menjadi sebuah permasalahan yang cukup penting.

"Menurut data yang diberikan oleh DLH, jumlah sampah tiap harinya mencapai  800 ton. Namun, hal ini masih belum menjadi perhatian banyak pihak. Semestinya 800 ton sampah ini dapat menjadi peluang samarinda untuk berkembang dalam berbagai aspek dengan memanfaatkan pengelolaan sampah dengan baik. Sampah juga bisa menjadi sumber ekonomi," jelas Olli.

Setelah mengikuti beberapa kegiatan yang diberikan oleh DLH kepada 30 finalis DPS, Olli menyampaikan, dirinya tidak akan menyia-nyiakan ilmu yang didapatkannya selama menerima pembekalan dari panitia dan DLH. Selain itu, dari ilmu yang didapatnya, dia akan mengajak rekan-rekannya agar mau menjadi bagian dari masyarakat yang sadar terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

"Teruntuk seluruh masyarakat di Samarinda, marilah mencintai lingkungan ini dengan terus menerapkan gaya hidup yang  ramah lingkungan. Mari jaga lingkungan ini dan mari wariskan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk generasi penerus," ajaknya.

Olli berharap, pemerintah khususnya DLH, rutin mengadakan kegiatan lingkungan seperti ini agar dapat melahirkan anak muda yang mampu menjadi relawan lingkungan.

"Saya berharap Pemkot Samarinda bersama dengan DLH senantiasa mendukung dan terus memberikan masukan terhadap setiap kegiatan yang berkenaan dengan lingkungan. Kami butuh dukungan Pemkot. Sinergisitas antara pemerintah dengan lembaga kemasyarakatan sangat penting dalam mewujudkan Samarinda bebas sampah 2025," harapnya.

Selain itu Olli mengatakan, dirinya memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari perbaikan Samarinda dan terus dapat bermanfaat bagi lingkungan kapanpun dan dimanapun.

[NYN | RWT| ADV]



Berita Lainnya