Samarinda

Irma Masih Misteri, Sosok yang Menagih Utang ke Anggota DPRD Kaltim dengan Karangan Bunga

Kaltimtoday.co, Samarinda – Karang bunga menagih utang salah satu DPRD Kaltim bernama Sapto senilai Rp 2,5 miliar sempat menggegerkan media sosial pada, Senin (17/2/2020) siang. Namun karangan bunga tersebut ternyata bukan dari seorang yang pernah melaporkan Sapto ke Polresta Samarinda terkait kasus piutang. Hal ini dijelaskan Ricky Irvandi selaku kuasa hukum Itamar Nafta Dewi yang pernah bersengketa dengan Sapto.

Saat dikonfirmasi, Ricky mengaku, tak mengetahui pihak yang mengirimkan pesan menohok itu ke rumah Sapto, Jalan Adam Malik, Sungai Kunjang, Perumahan Citra Geriya, Blok E. Dia menepis kalau klien yang berurusan dengan ARH Lawfirm bukan bernama Irma. Kendati kasus yang ditangani sama persis dengan isi dari karangan bunga tersebut.

Baca juga:  Viral, Karangan Bunga Tagih Utang ke Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar

“Kalau yang kami tangani itu sengketa atas nama Dewi bukan Irma,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, perkara yang ditangani yakni kasus hutang piutang antara Dewi dengan Sapto. Saat ini pun kasus tersebut telah diputus pengadilan. Dari hasil persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda diputuskan bahwa, Sapto wajib melunasi utang kepad Dewi senilai Rp 2,5 miliar.

“Saya malah baru tahu ini dari kalian,” imbuhnya.

Dia menegaskan, pihak ARH Lawfirm sampai saat ini belum mengetahui oknum yang telah mengirimkan karangan bunga tersebut. Untuk informasi, ARH Lawfirm menjadi kuasa hukum dari Itamar Nafta Dewi (36). Advokat berkantor di Jalan Ir Juanda, Samarinda ini mendampingi kliennya saat melaporkan anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono ke Polresta Samarinda atas tuduhan penipuan pada April 2019.

Baca juga:  Isran Jemput Warga Kaltim yang Pulang dari Natuna di Bandara Halim

Sengketa ini sendiri berawal pada 2016 lalu. Kala itu, Sapto disebut-sebut meminjam uang kepada Dewi. Seiring berjalan waktu, Dewi belum menerima uang pinjaman dari Sapto. Upaya mediasi pun dilakukan, hingga terakhir diselesaikan di meja peradilan.

Dari hasil sidang, objek jaminan dari tergugat yakni sejumlah aset berupa 3 rumah di Samarinda dan Berau. Sampai berita ini diturunkan, dan dari hasil pantauan awak media di lapangan kediaman Sapto tampak sepi, namun di pekarangannya banyak terlihat orang berkerumun. Sedangkan Sapto sendiri sampai saat ini tidak bisa dihubungi melalui telpon selulernya.

[JRO | RWT]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close