HeadlineKaltim

Isran Noor Tegaskan Megaproyek Berbiaya Tinggi Didanai APBN

Kaltimtoday.co, Samarinda – Pemprov Kaltim di bawah Isran Noor dan Hadi Mulyadi menegaskan pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas utama. Namun, pembiayaan khususnya proyerk besar yang memerlukan dana triliunan rupiah dipastikan tidak dibiayai melalui APBD.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, pembangunan megaproyek akan diarahkan untuk masuk dalam skema proyek strategi nasional (PSN). Artinya segala pembiayaannya didanai melalui APBN.

Baca juga:  2020, Isran Noor Buru Kebocoran Pendapatan Kaltim di Sektor SDA

2020, setidaknya ada 4 (empat) proyek PSN yang mulai dikerjakan. Pertama, normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda. Total APBN yang dikucurkan pemerintah pusat totalnya hampir Rp2 triliun.

Kemudian, pembangunan Waduk Lambakan 6 di Kabupaten Paser, dan jalan perbatasan sepanjang 280 kilometer yang meliputi Desa Ujoh Bilang Kecamatan Long Bangun-Kecamatan Long Pahangai-Kecamatan Long
Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Selain itu, PSN juga diarahkan untuk penyelesaian Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara. Pembangunan Tol Samarinda-Bontang sepanjang 95 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp 11 Triliun. Juga
Jembatan Tol Balikpapan-Penajam, dan pembangunan Bendungan Sungai Wain untuk mengurangi beban Waduk Manggar dan Bendungan Teritip dalam menyuplai air baku
di Balikpapan.

“APBD digunakan untuk hal-hal yang tidak kalah prioritas di bidang kesejahteraan masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan,” kata Isran Noor.

Mantan Bupati Kutai Timur itu menyatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dikerjakannya bersama Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Seperti menurunkan angka kemiskinan. 2019, pihaknya berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,12 persen dari total penduduk miskin Kaltim sebanyak 222,39 ribu.

Baca juga:  Kritik Isran-Hadi, Makmur: Masih Banyak Jalan Rusak

Kemudian memastikan indeks pembangunan manusia (IPM) Kaltim terus meningkat. Saat ini, Kaltim berada di peringkat ketiga secara nasional dengan nilai 75,83 di bawah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

Salah satu komitmen untuk mendorong peningkatan IPM, lanjut dia, dengan mengucurkan Beasiswa Kaltim Tuntas. 2019, total dana yang disalurkan mencapai Rp 149,9 miliar atau melebihi target realisasi 107,9 persen dengan total penerima mencapai 13.332 orang.

“Semua prioritas dan satu per satu diselesaikan,” pungkasnya.

[TOS]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close