HeadlineKaltim

Jalan dan Jembatan di Berau Rusak Parah, Makmur Minta Segera Diperbaiki

Kaltimtoday.co, Tanjung Redeb – Kondisi jalan dan jembatan di Berau sungguh memprihatinkan. Bahkan Jembatan Kelay dan Sambaliung nyaris ambruk.

Kondisi memprihatinkan tersebut diketahui saat kunjungan Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan dan Dinas PUPR Kaltim, Senin (21/10/2019).

Dalam kunjungan lapangan itu, rombongan ketua DPRD Kaltim mendapati jalan di tengah Jembatan Kelay rusak parah. Ada lubang sekira 3×2 meter persegi di tengah jembatan. Kondisi itu dinilai sangat berbahaya bagi para pengguna jalan.

Baca juga:  Jembatan Kembar Molor Lagi, Komisi III Panggil Kepala Dinas PUPR Kaltim

“Rangka besi sampai terlihat. Sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” ungkap Makmur.

Parahnya lagi, tambah dia, sama sekali tidak ada rambu-rambu peringatan atas kondisi jembatan yang rusak parah tersebut. Dia berharap seluruh pihak terkait, utamanya Pemprov Kaltim dan Dinas PUPR Kaltim bisa segera melakukan perbaikan jalan dan jembatan tersebut.

“Kalau sampai terjadi kecelakaan, kita semua yang akan bersalah, karena dianggap melakukan pembiaran. Makanya, ini harus segera diatasi. Jangan sampai menunggu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baru kita ambil tindakan,” tegas Makmur.

Kekhawatiran Makmur itu bukan tanpa dasar. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Kutai Timur dengan Berau. Sehingga, jika kondisi kerusakan dibiarkan, potensi terjadinya kecelakaan akan semakin besar.

“Kalau dibiarkan enam sampai tujuh bulan kedepan, saya yakin nanti ada korban,” tuturnya.

Politikus Golkar itu mengajak instansi terkait untuk melakukan peninjauan, supaya ada perhatian. Karena sudah dikategorikan sangat parah dan bisa menggunakan dana tanggap darurat.

Selain itu, Makmur juga meminta kepada kepolisian dan juga dinas perhubungan untuk memasang rambu. Seperti batas berat kendaraan yang boleh melintas, dan jumlah iringan kendaraan. Pasalnya, jembatan yang dilintasi oleh kendaraan tampak bergoyang dan berayun. “Ini jembatan lama-lama bisa ambruk,” sebutnya.

Sehingga menurutMakmur harus ada pembatasan. Misalnya, kendaran yang lewat tidak lebih dari 10 ton atau harus sesuai dengan standar, serta jumlah iringan kendaraan kecil dibatasi. Hal ini kata Makmur untuk mengurangi beban jembatan.

Tidak hanya di Jembatan Kelay, Jembatan Sambaliung yang berada di Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb juga tak luput dari peninjauan Makmur. Jembatan ini diduga mengalami penurunan dan tanah penyanggah sisi ujung jembatan terkikis dan mulai tergerus. “Ini juga berbahaya kalau dibiarkan. Sehingga harus segera dilakukan upaya perbaikan,” tuturnya.

Termasuk sejumlah ruas jalan di daerah Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung yang juga mengalami kerusakan dan butuh perbaikan. Makmur berjanji segera menginventarisir persoalan infrastruktur di Berau untuk kemudian dibahas di DPRD Kaltim.

[TOS | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close