Kaltim

Jejaring Madah Etam, Komunitas Penulis dan Pecinta Sastra Kaltim

Kaltim Today
28 Agustus 2021 20:58
Jejaring Madah Etam, Komunitas Penulis dan Pecinta Sastra Kaltim
madahetam.com.

Kaltimtoday.co , Kaltim - Di Kaltim telah lahir komunitas baru untuk penulis dan pecinta sastra, yaitu Jejaring Madah Etam (JME). Perkumpulan ini didirikan dosen, jurnalis, sastrawan, dan penggiat literasi pada 11 Juni 2021.

Pada 17 Agustus 2021 lalu, komunitas ini hadir di situs web khusus untuk para penulis dan pecinta bernama madahetam.com .

“Pengurus JME berasal dari berbagai komunitas penulis di Kaltim, seperti Jaring Penulis Kaltim, Sindikat Lebah Berfikir, dan sebagainya. Komunitas ini didirikan untuk mendorong perkembangan literasi di Kaltim. Kami ingin JME menjadi wadah belajar, berlatih, berkreasi, dan berkreasi para penulis muda di Kaltim,” ujar Mukhransyah, ketua JME yang juga wartawan di Kaltim.

Begitu Berdiri, pengurus JME Langsung membuat situs bernama madahetam.com . Mukhransyah mengatakan, JME tak ingin sekedar berdiri atau terbentuk.

“Awalnya ingin membuat kegiatan tatap muka, tapi karena masih pandemi Covid-19. Akhirnya kami membuat yang lebih simpel tapi bermanfaat, yaitu membuat web agar karya-karya penulis Kaltim bisa diakomodasi,” ujarnya.

Situs web madahetam.com kata Mukhransyah, didesain khusus oleh tenaga yang sudah berpengalaman. Tampilan situs bukan menggunakan template siap pakai. Tata letak (layout) dirancang sendiri. Bagian header web lukisan warga Dayak yang sedang menyumpit. Lukisan ini karya seniman Balikpapan, Cadio Tarompo. Bagian lain laman juga memuat lukisan warga Kaltim, sehingga nuansa Kalimantan masih kental.

“Kami membuat situs web ini untuk penulis Kaltim. Bisa dikatakan web ini milik para penulis di Kaltim. Meski penulis lain di luar Kaltim bisa mengirim pertanyaan. Karena web terbuka untuk umum, persaingan para penulis bisa saja terjadi. Tapi kami tentu berharap penulis Kaltim tidak kalah dengan penulis dari luar Kaltim, dan kami yakin penulis Kaltim mampu,” tambah Herman A Salam, wakil ketua dan pendiri JME.

Agar penulis Kaltim tak kalah dengan penulis dari luar, kata Herman, JME membuat perwakilan atau koordinator di masing-masing daerah. Para penulis dapat berkomunikasi atau mengoordinasikan perwakilan JME di masing-masing daerah.

“Kami berharap penulis muda bisa memanfaatkan web ini untuk mengasah kemampuan menulis,” tambah Herman yang juga aktif di Komunitas Ladang Samarinda .

Herman menambahkan, situs web khusus penulis dan sastra saat ini sudah menjamur di Indonesia. Situs-situs ini memuat seluruh karya puisi, puisi, dan esai. Sementara di Kaltim, sebelum madahetam.com, belum ada situs web khusus untuk pecinta sastra.

Madahetam.com adalah situs web sastra pertama di Kaltim,” ujar Herman yang juga pendiri Jaring Penulis Kaltim dan sekretaris umum Dewan Kesenian Daerah Kaltim.

Madahetam.com katanya, juga menjadi dokumentasi karya penulis generasi lama Kaltim. Seperti karya sastrawan Djumri Obeng, Korrie Layun Rampan, dan Achmad Rizani Asnawi. JME ingin membuat saat ini dan yang akan datang bisa mengenal penulis Kaltim beserta pengalamannya.

“Generasi saat ini lebih mudah membuka situs web dibandingkan buku. Apalagi buku karya generasi lama sudah susah didapatkan,” tambah Herman.

Yang juga berbeda dari situs sastra lain yaitu madahetam.com akan membuat buku antalogi karya penulis Kaltim.

“Karya-karya yang sudah terbit di madahetam.com selama setahun akan kembali diseleksi. Yang lolos kurasi akan dimasukkan dalam buku antologi. Karena itu, silakan para penulis berlomba membuat karya terbaik. Untuk tahun pertama ini, kami akan membukukan karya puisi,” jelas Herman.

[* | NON]



Berita Lainnya