Daerah
Jelang Debat Terbuka, BEM KM Unmul Pesimis Kehadiran Gubernur Kaltim
Kaltimtoday.co, Samarinda - Rencana gelaran Debat Terbuka antara Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul) dan Gubernur Kaltim santer terdengar akan berlangsung pada Rabu (6/4/2026) tepatnya pada pukul 15.00 Wita.
Menurut mereka (BEM KM Unmul) menantang Gubernur Kaltim untuk mengikuti debat terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban atas sejumlah pernyataan publik selama ini.
Ketua BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, menegaskan bahwa pihaknya sejak Februari 2026 telah berulang kali menyampaikan tantangan tersebut, baik melalui aksi maupun surat resmi.
“Tantangan ini sudah kami sampaikan sejak Februari, termasuk saat aksi 23 Februari dan melalui surat yang kami kirim setiap minggu. Dari awal, yang kami minta adalah debat, bukan diskusi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa debat tersebut harus dihadiri langsung oleh gubernur dan tidak dapat diwakilkan. Menurutnya, kehadiran gubernur menjadi poin utama dalam agenda tersebut.
“Harus gubernur yang hadir. Itu tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Hiththan menjelaskan, konsep yang diusung adalah debat terbuka tanpa panelis, dengan dirinya sebagai pihak yang akan berhadapan langsung. Sementara moderator akan berasal dari internal BEM KM Unmul.
Namun demikian, ia mengaku pesimistis gubernur akan memenuhi undangan tersebut, melihat situasi dan dinamika yang berkembang.
“Saya pesimis, baik gubernur maupun perwakilan kemungkinan tidak akan hadir,” katanya.
Meski begitu, BEM KM Unmul telah menyiapkan langkah lanjutan apabila gubernur tidak menghadiri debat terbuka tersebut. Hiththan menyebut pihaknya akan mengambil tindakan lain sebagai bentuk tindak lanjut.
“Kami pasti menyiapkan alternatif. Akan ada langkah berikutnya jika gubernur tidak datang,” ujarnya.
Ia menambahkan, debat terbuka dinilai sebagai bentuk pertanggungjawaban paling sederhana yang dapat dilakukan oleh kepala daerah, yakni menyampaikan dan mempertanggungjawabkan pernyataan di hadapan publik.
“Kalau berani debat dan menyampaikan argumentasi di depan publik, itu sudah menjadi bentuk pertanggungjawaban. Tidak perlu berkali-kali, cukup satu kali debat saja,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- RS Primecare Samarinda Resmi Diresmikan, Siapkan Laboratorium Genomik Deteksi Dini Kanker
- Tambang Batubara Meredup, Keramba Menghidupkan Embalut
- Bapenda Kaltim Temukan 5.000-6.000 Alat Berat Belum Terdata, Target Potensi Pajak Naik hingga Rp 60 Miliar
- Dari Pasar Tungging ke Pasar Pagi
- BIG Mall Samarinda Gelar BIG Funwalk 2026, Hadirkan Ecky Indonesian Idol dan Hadiah Motor









