Samarinda

Kualitas Udara Samarinda Capai Angka 91, DLH Berupaya Pertahankan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda jabarkan kualitas udara Samarinda yang baik. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau yang kian menjamur disambut antusias, mengingat jumlah penduduk kota yang bertambah serta Kota Tepian tengah bersiap menjadi kota penyangga pada Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

Rosana, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, DLH Samarinda, menuturkan kualitas udara Samarinda mencapai angka 91 pada 2019. Nilai tersebut dianggap memuaskan, Rosana berharap masyarakat dapat bersinergi bersama mempertahankan angka tersebut.

Baca juga:  Sah! Gubernur Kaltim Isran Noor Tetapkan 2021 Tanpa Kenaikan Upah Minimum

“Untuk 2020, belum rampung datanya. Namun, target 5 tahun kedepan, udara di Samarinda tergolong baik, Ruang Terbuka Hijau memiliki peran penting dalam upaya stabilisasi kualitas udara,” sebut Rosana.

Kualitas udara yang baik di Samarinda sebagai langkah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada poin 13 perihal Penanganan Perubahan Iklim. Rosana kembali menambahkan, DLH Samarinda akan selalu mengawal dan berharap semakin banyak tutupan lahan yang dialih fungsikan menjadi kawasan terbuka hijau, terutama pada area tambang yang menganggur.

“Kawasan tambang yang telah selesai, bisa dialihfungsikan menjadi RTH. Tidak hanya kualitas udara, tanah dan air turut mendapat angin segar apabila hal tersebut terjadi, sebab kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan dan tumbuhan menghasilkan oksigen dan zat yang baik bagi ekosistem, sehingga meminimalisir angka kerusakan dan pencemaran yang berpotensi terjadi,” jelas Rosana.

Baca juga:  Tidak Perlu Datang Pagi Buta, Berikut Cara Ambil Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

Rosana turut berharap masyarakat dapat berpartisipatif dalam upaya merawat kualitas udara dengan tidak membakar sampah, mengurangi aktivitas yang menimbulkan polusi udara seperti penggunaan kendaraan yang apabila mesin pembuangan residunya mulai mengalami penurunan fungsi.

“Memang agak susah terkait kendaraan, tetapi upaya lain dapat dilakukan seperti mengurangi aktivitas membakar. Kedepannya, upaya mewujudkan kota yang ramah lingkungan selalu kami pikirkan dan laksanakan terutama pada masalah udara, salah satunya pembangunan infrastruktur kota dengan konsep low carbon,” tutup Rosana.

[SNM | RWT | ADV DLH]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker