Gaya Hidup

Lebih dari Sekadar Penglihatan, 6 Penyakit Serius Ini Bisa Terdeteksi Lewat Mata

Kaltim Today
25 April 2026 21:20
Lebih dari Sekadar Penglihatan, 6 Penyakit Serius Ini Bisa Terdeteksi Lewat Mata
Pemeriksaan mata tahunan melalui metode dilasi mampu mendeteksi dini berbagai penyakit serius (Google)

Kaltimtoday.co - Pemeriksaan mata tahunan dengan metode dilasi (pelebaran pupil) ternyata memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar mengecek ketajaman penglihatan. Masalah yang ditemukan pada mata sering kali menjadi peringatan dini adanya penyakit sistemik di bagian tubuh lainnya.

Dokter spesialis mata dari John A. Moran Eye Center, dr. Katherine Hu, MD, menjelaskan bahwa kerusakan halus pada pembuluh darah kecil di mata dapat memberikan petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan secara keseluruhan.

"Karena banyak penyakit tidak memiliki gejala awal, Anda bisa saja berisiko tanpa menyadarinya," ujar dr. Katherine sebagaimana dikutip dari Healthcare, Jumat (24/4/2026).

Berikut adalah enam penyakit serius yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan mata:

1. Strok Otak

Dokter mata dapat mendeteksi adanya endapan plak atau gumpalan darah pada arteri mata. Temuan ini mengindikasikan risiko strok yang tinggi jika endapan tersebut menyumbat aliran darah ke otak. Selain itu, hilangnya penglihatan tepi (perifer) bisa menjadi tanda adanya kerusakan otak akibat strok yang pernah terjadi sebelumnya.

2. Penyakit Jantung

Melalui pencitraan khusus pada retina, dokter dapat melihat apakah suplai darah tersumbat atau berkurang. Gangguan aliran darah pada jaringan sensitif cahaya di bagian belakang mata ini sering kali menjadi indikator awal adanya penyakit jantung.

3. Diabetes

Diabetes merupakan penyebab utama kebutaan. Tanda-tanda retinopati diabetik, seperti kebocoran cairan kuning pada pembuluh darah retina, sering kali muncul bahkan sebelum seseorang didiagnosis menderita diabetes secara formal. Deteksi dini melalui mata sangat krusial untuk menyelamatkan penglihatan.

4. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak jantung, otak, hingga ginjal. Sinyal kondisi serius ini bisa terlihat melalui bentuk pembuluh darah yang tidak lazim atau adanya pendarahan di bagian belakang mata.

5. Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol yang berlebihan dapat memicu strok. Dokter mata biasanya mencurigai kondisi ini jika menemukan lingkaran berwarna kuning atau biru di sekitar kornea. Endapan kolesterol juga kerap muncul pada pembuluh darah di area retina.

6. Kanker

Mata juga bisa menjadi jendela untuk mendeteksi keberadaan tumor atau kanker tertentu di dalam tubuh, termasuk jenis melanoma okular yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Bagi masyarakat yang ingin mendalami informasi seputar kesehatan mata dan deteksi dini penyakit degeneratif lainnya, referensi edukasi lengkap tersedia di laman poltekkeswaykanan.org. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin merupakan langkah proteksi kesehatan yang paling efektif.

Pemeriksaan mata rutin sebaiknya tidak dianggap enteng hanya untuk keperluan kacamata. Mengingat mata memiliki pembuluh darah dan jaringan saraf yang sangat kompleks, deteksi dini melalui organ ini dapat menyelamatkan nyawa penggunanya dari komplikasi yang lebih parah.



Berita Lainnya