HeadlinePolitikSamarinda

Maju Lewat Jalur Independen, Zairin-Sarwono Mengaku Disambut Antusias Masyarakat

Kaltimtoday.co, Samarinda – Terakhir, pasangan calon (paslon) Zairin-Sarwono menemui awak media untuk konferensi pers di Hotel HARRIS. Kemeja putih, peci hitam, dan sarung Samarinda makin membuat keduanya nampak serasi. Persis sama ketika mendaftarkan diri ke KPU Samarinda pada 5 Desember 2020 lalu.

Kedatangan mereka yang terakhir menandakan bahwa keduanya resmi mendapat nomor urut 3. Satu-satunya paslon perseorangan ini berhasil melewati beragam tahapan demi bisa berlaga dengan dua paslon lain yang didukung partai politik.

Diungkapkan Zairin, sudah sejak awal dia dan Sarwono bergerak di lapangan hanya dengan mengumpulkan surat dukungan dan KTP dari masyarakat. Itulah yang menjadi modal dan bekal keduanya demi mengikuti kontestasi Pilkada serentak 2020. Sekaligus menambah semangat sebab akan mewujudkan harapan dari masyarakat Samarinda agar bisa lebih optimal.

Baca juga:  Angkot, Santunan Yatim Piatu hingga Insentif RT Bakal Jadi Program Unggulan Zairin-Sarwono

“Kami maju secara hati nurani, melihat dari apa yang terjadi saat ini. Pengalaman kami berdua juga bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk membangun kota ini lebih baik lagi. Kami mendapat nomor urut 3, rasanya mudah diingat,” ujar Zairin sembari memperagakan jari membentuk angka 3.

Sarwono turut menambahkan bahwa dia dan Zairin berkomitmen untuk selain bersosialisasi, juga mengingatkan untuk terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sarwono tak menampik bahwa momentum Pilkada juga berpotensi menimbulkan gesekan. Oleh sebab itu, calon harus mampu meredam ruang yang mungkin terjadi gesekan. Ke depankan persaudaraan. Pada prinsipnya, dalam Pilkada ini tak sekadar kompetisi namun juga membuat warga Samarinda merasa aman, nyaman, dan tenang. Setiap elemen masyarakat dari berbagai latar belakang punya hak yang sama.

Apapun yang keduanya lakukan, semua kembali pada penilaian masyarakat. Berasal dari jalur independen, berarti masyarakat lah yang secara langsung ingin keduanya maju di Pilkada nanti. Sarwono dan Zairin turut mengingatkan para pendukung dan simpatisannya agar jangan pernah merusak gambar paslon lain. Sebab akan memicu konflik dan bisa disusupi orang tak bertanggung jawab yang berdampak pada ketidaknyamanan seluruh warga Samarinda.

Bicara soal program, Sarwono menyebut bahwa program mereka sangat realistis. Sebut saja beberapa di antaranya seperti program intensif RT dan peningkatan ekonomi rakyat melalui angkot. Melihat dari pengalaman keduanya yakni Zairin yang pernah menjabat sebagai kepala Bappeda Kaltim dan Pj Wali Kota selama 6 bulan serta Sarwono di DPRD Samarinda selama 3 periode alias 15 tahun. Berdasarkan hal itu, keduanya kompak berkolaborasi untuk memikirkan perencanaan pembangunan Samarinda ke depan.

Baca juga:  Independen Punya Peluang?

Dijelaskan Sarwono, tagline Samarinda Bangkit berarti bangkit dari segi perekonomian, pariwisata, sumber daya manusia, dan pembangunan mesti berintegrasi. Tidak boleh terlewat satu lini pun.

“Nanti Insyallah setelah menang, akan dituangkan dalam waktu 2 bulan menjadi RPJMD Samarinda. Itu jadi grand design mau apa Samarinda selama 5 tahun. Tapi kami sudah pernah menyusun tentang grand design selama 25 tahun ke depan. Grand design yang 5 tahun itu tak boleh lepas dari grand design yang 25 tahun. Ini beririsan dengan kebijakan anggaran tata ruang. Bukan hanya Samarinda, tapi juga Kaltim,” beber Sarwono.

Kilas balik mengingat syarat maju sebagai calon independen, Zairin-Sarwono sempat berpikir apakah mereka bisa mendapatkan 43.000 dukungan. Setelah sekitar 8 bulan lamanya mengumpulkan dukungan, dengan seluruh kerja keras, mereka berhasil dapatkan dukungan sebanyak 51.652. Dukungan merata dari seluruh 10 kecamatan dan 59 kelurahan. Basisnya menyebar.

“Sebelumnya ada masyarakat yang kurang paham paslon independen. Setelah dijelaskan kalau itu calon dari masyarakat yang diusung masyarakat secara langsung, antusiasme itu semakin tinggi. Tapi kami juga tak mengecilkan dan mengabaikan partai-partai sebab itu institusi resmi dan berkompetisi melalui Pileg,” lanjutnya.

Baca juga:  Barkati-Darlis Janji Selama Kampanye Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Zairin-Sarwono sudah bertekad untuk jadi pemimpin di Samarinda. Namun untuk mendapatkan 100 persen suara di Pilkada memang tak mungkin. Sebab ada pula dukungan partai dan yang lain. Diungkapkan Sarwono, target kemenangan sudah ada tapi untuk menuju ke sana perlu ada kerja keras, bersamaan. Pada akhir perbincangan, keduanya begitu optimistis untuk bisa melewati masa-masa ke depan sampai akhirnya Pilkada terlaksana.

[YMD | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close