Opini

Maksimalkan Energi Positif Dampingi Anak Selama Belajar dari Rumah

Oleh: Muthi’ Masfu’ah Ma’ruf’ AMd, CN NLP (Direktur Pelaksana Harian Yayasan Salsabila dan Abi Literasi Kaltim)

Di masa pandemi seperti saat ini, kita belum tahu kapan berakhirnya maka beradaptasi dengan situasi work from home menjadi sesuatu yang urgent. Meski tak mudah sebagai orangtua dalam waktu yang bersamaan juga dituntut untuk berperan dalam mendidik dan mendampingi anak belajar di rumah. Menjadi orangtua dan menjadi guru merupakan peran yang berbeda. Terkadang orangtua memiliki harapan-harapan tersendiri terhadap anaknya dan ini dapat menghambat orangtua untuk berperan sebagai guru.

Di masyarakat luas tidak jarang ditemukan orangtua dalam melakukan pendampingan belajar pada anak masih dilakukan dengan cara keras, membentak, memaksa dan bahkan sampai memukul jika anaknya tidak mau menuruti kemauan orangtuanya dalam hal belajar, hingga anak memberontak dan menangis.

Baca juga:  Peran Bimbingan Konseling Islam dalam Mengatasi Berbagai Permasalahan Keluarga di Masa Pandemi

Pendampingan belajar terhadap anak, dengan cara-cara otoriter yakni pola asuh orangtua yang lebih mengutamakan membentuk kepribadian anak dengan cara menetapkan standar mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Apalagi bila orangtua kurang dapat membagi waktu dengan baik, sibuk bekerja di luar rumah lantas sore saat pulang dari kantor, sudah kehabisan waktu. Ditambah lagi ketika anak belum mengerjakan tugas sekolah, rumah berantakan, bisa jadi keluarlah semua energi negatif dalam dirinya.

Akhirnya bentakan, tekanan dan ancaman ditujukan untuk sang anak. Jika tekanan-tekanan ini setiap hari dilakukan orangtua karena tak mampu memenej energi negatifnya meskipun tujuannya baik yaitu supaya anak tetap belajar tapi dengan pendekatan yang kurang tepat. Kondisi ini tidak baik untuk hubungan orangtua dan anak, sehingga anak akan merasa tidak termotivasi untuk belajar. Hal ini akan membuat anak menjadi stress dan kurang baik untuk perkembangan sang anak. Oleh karena itu, orang tua mesti berhati-hati dan mempersiapkan diri untuk mendampingi anak belajar di rumah, apalagi di masa pandemi seperti sekarang.

Nah, berikut ini ada beberapa strategi untuk orangtua dalam memunculkan energi positif dalam dirinya agar tetap optimal dalam mendampingi anak belajar dan anak tetap merasa nyaman belajar di rumah mereka:

1. Jadilah Tauladan Anak dan Terus Memperbaiki Diri

Menurut Imam Al Ghazali, hal pertama yang harus dilakukan (oleh orangtua) dalam mendidik anak adalah memperbaiki diri sendiri. Karena mata anak-anak menyaksikan dan telinga mereka mendengarkan (orangtuanya). Sesuatu yang dianggap baik (oleh orangtua), maka anak juga akan menganggapnya baik. Sesuatu yang dianggap buruk, maka anak juga akan menganggapnya buruk. Sehingga zaman bisa berubah, tetapi orangtua harus tetap menjadi pemeran utama dalam mendidik anak.

Baca juga:  Pilkada Kaltim Terlalu Banyak Drama, Tidak Serius Membangun Daerah

2. Diskusikan dan Berbagi Tugas Antar Suami dan Istri

Bersama pasangan kita apa yang akan diberikan ketika anak belajar di rumah harus didiskusikan dengan terbuka, karena pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya suami saja atau istri saja yang bertanggung jawab. Buatlah jadwal kegiatan belajar harian untuk masing masing suami dan istri dalam membimbing dan mendidik anak di rumah. Dengan kelebihan dan kemampuan yang berbeda antara suami dan istri berbagi tugas dalam memandu mata pelajaran untuk anak.

3. Fahami Gaya dan Metode Belajar dengan Tahapan Perkembangan Anak

Sesuaikan metode belajar dengan tahap perkembangan anak. Tentunya mengajar anak usia PAUD, Sekolah Dasar berbeda dengan usia Sekolah Menengah. Kemudian, kenali pula gaya belajar anak. Karena setiap anak memiliki gaya dan tipe belajar yang tidak sama satu sama lain. Dengan demikian, orangtua dapat menyesuaikan teknik pendampingan dengan tahap perkembangan dan gaya belajar anak.

4. Waktu dan Durasi Belajar yang Tepat

Waktu dan durasi belajar yang tepat. Konsentrasi pada anak beragam, namun pada umumnya berkisar antara 10 hingga 30 menit. Ketika sudah melihat anak mulai jenuh belajar, orangtua dapat memberikan selingan dengan tanya jawab yang santai untuk menarik minatnya dan memotivasinya kembali. Pilihlah waktu dan lama belajar yang disesuaikan dengan kemampuan anak, agar anak mampu menyerap dan memahami pelajaran yang diajarkan untuknya.

5. Berilah Penghargaan Ketika Anak Berhasil Melakukan Aktivitas Hariannya

Berilah penghargaan ketika anak berhasil melakukan aktivitas harian, dapat berupa pujian, makanan kesukaan anak atau pun aktivitas yang menyenangkan. Aktivitas yang menyenangkan ini dapat berupa kegiatan yang melatih motorik halus dan motorik kasar, agar kegiatan anak menjadi seimbang tidak hanya terpaku di meja belajar saja. Hal ini, selain dapat menjadikan tubuh anak segar, anak-anak termotivasi dalam belajar dan berkarya sejak dini dengan bahagia.

Baca juga:  Peran Pemuda dalam Menjaga Titik Waras Sebuah Demokrasi

6. Libatkan Setiap Langkah dan Menghargai Proses Anak

Libatkan Allah selalu dalam mendidik anak-anak dan ingatlah bahwa Allah sebaik-baiknya penuntun dalam hidup. Sehingga kita lebih lapang dada dengan proses pembelajaran yang anak-anak lakukan. Serta jangan menarget nilai untuk anak-anak di era pandemi seperti sekarang, sesuaikan dengan kemampuan mereka masing-masing. Sehingga belajar di rumah menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Meskipun mendampingi anak belajar di rumah dengan sejumlah tanggung jawab pekerjaan memang bukanlah hal yang mudah. Orangtua dapat menentukan prioritas jika jadwal yang dibuat tidak sesuai rencana. Cobalah menikmati prosesnya, tidak perlu sempurna mengerjakan semuanya. Dengan pendampingan yang baik dan menyenangkan dari orangtua akan memaksimalkan energi positifnya, menjadi lebih sabar, lebih bersyukur terhadap proses dan respon anak dalam belajar di rumah selama pandemi.(*)

*) Opini penulis ini menggelar tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close