Gaya Hidup

Mengapa Virus Corona Dapat Menyebar Dengan Cepat?

Pandemi Global Covid-19 sangat cepat menyebar sejak ditemukan pada Desember 2019. Di Indonesia per tanggal 19 Maret 2020 telah mencapai 309 kasus, 25 orang di antaranya meninggal dunia, dan 15 orang dinyatakan sembuh.

Mengapa virus ini dapat menyebar dengan cepat?

Menurut Dr Darmawan Budi Setyanto SpA(K) dari perwakilan Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Anak IDAI menjelaskan, penyakit corona adalah penyakit infeksi yang menyerang sistem pernapasan dan bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Selain itu, sejumlah analisis genetik dan struktural telah mengidentifikasi fitur kunci dari virus, protein di permukaannya, yang mungkin dapat menjelaskan mengapa COVID-19 menginfeksi sel manusia dengan mudah. Berikut ini penjelasan yang ditemukan para peneliti:

1. Dinilai 10 kali lebih kuat dari SARS

Kelompok McLellan di Texas telah mengidentifikasi fitur yang dapat menjelaskan mengapa virus corona baru sangat sukses menginfeksi sel manusia. Eksperimen mereka telah menunjukkan bahwa lonjakan protein terikat dengan reseptor pada sel manusia, dikenal sebagai angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2),setidaknya sepuluh kali lebih kuat daripada lonjakan protein pada virus SARS.

Untuk menanganinya, tim Veesler juga menemukan lonjakan protein terikat dengan afinitas tinggi terhadap reseptor ACE2, yang menunjukkan reseptor adalah target potensial lain untuk vaksin atau terapi. Misalnya, obat yang menghambat reseptor mungkin membuat virus corona lebih sulit menembus sel.

2. Penyerbu Berduri

Li Hua, seorang ahli biologi struktural di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong Wuhan, China menjelaskan Analisis genom dari virus ini mengungkapkan lonjakan protein berbeda dari kerabat dekat, dan menunjukkan bahwa protein tersebut memiliki tempat di atasnya yang diaktifkan enzim sel inang yang disebut furin.

Ini penting karena furin ditemukan di banyak jaringan manusia, termasuk paru-paru, hati, dan usus kecil, yang berarti virus itu berpotensi menyerang banyak organ. Temuan ini dapat menjelaskan beberapa gejala yang diamati pada orang dengan Virus Corona, seperti gagal hati.

3. Paru-paru bukan satu-satunya organ vital yang terganggu

Dr. Compton-Phillips sudah menyebut infeksi ini bisa tersebar melalui membran mukosa, hidung, hingga turun ke rektum (dubur). Jadi, ketika virus tidak terdeteksi ada di paru-paru, sebenarnya mungkin saja sudah menginfeksi sel-sel yang ada di sistem gastrointestinal. Ini mengapa, terkadang ada pasien infeksi yang menunjukkan gejala diare dan gangguan pencernaan.

Sementara itu, dr. Schaffner mengatakan virus corona baru ini bisa masuk ke dalam aliran darah. Ini sudah pernah ditemukan dalam beberapa kasus infeksi yang diteliti.

Ketika seseorang terinfeksi virus ini, sistem kekebalan tubuh akan fokus untuk melawan virus yang ada. Di saat bersamaan, virus itu telah membuat kerusakan pada organ-organ yang ditempelinya.

Tidak hanya itu, sumsum tulang dan oragan hati juga bisa turut terinfeksi sebagaimana disebutkan Ketua bidang penyakit menular di Providence Regional Medical Center, dr. George Diaz.

Bagaimana cara menghalau virus tersebut?

Hampir semua ahli menyarankan untuk rutin memberisihkan tangan, menjaga jarak, dan menjaga kekebalan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Tidak panik atau stres dapat membantu Anda untuk menjaga kekebalan tubuh.

[NON | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close