Kutim

Naik Drastis, PMA di Kutim 2021 Capai Rp 1,9 Triliun

Kaltimtoday.co, Sangatta – Penanaman Modal Asing (PMA) di Kutai Timur (Kutim) mengalami peningkatan selama setahun terakhir. 

Di 2020, PMA Kutim bernilai Rp1,7 triliun dan 2021 meningkat nilainya menjadi Rp1,9 triliun. 

Baca juga:  DPRD Setujui Raperda Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutim Jadi Perda

“Ini luar biasa, naiknya kurang lebih Rp200 miliar,” jelas Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman usai mengikuti Rakornas Investasi 2021 secara virtual, Rabu (24/11/2011).

Selain PMA, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kutim pun mengalami peningkatan selama setahun terakhir.

Di 2020, PMDN Kutim bernilai Rp 1,3 triliun dan mengalami kenaikan yang signifikan di 2021 menjadi Rp 4,3 triliun.

Baca juga:  PT KPC Serahkan Bantuan CSR Ambulance hingga Bangunan Musala, Sekda Kutim Harap Bermanfaat bagi Masyarakat

“Jadi investasi tahun 2021 di Kutai Timur itu ada Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri dan sama-sama mengalami kenaikan,” ujarnya.

Untuk PMA di Kutim didominasi dari sektor pertambangan dan sektor perkebunan.

“PMA kami 2020 itu Rp 1,7 triliun dan tahun 2021 meningkat nilainya menjadi Rp 1,9 triliun. Ini luar biasa, naiknya kurang lebih Rp 200 miliar,” jelasnya.

Baca juga:  Prayunita: Kolaborasi Wisata dan Seni Budaya di Telen Dapat Naikkan Kesejahteraan Masyarakat

Realisasi investasi PMA di Kutim berasal dari beberapa sektor di antaranya pertambangan dan perkebunan yang  diketahui merupakan perusahaan asing.

Misalkan, PT KPC yang tergabung dengan campuran asing dan dalam negeri, kemudian di dalamnya ada investor dari India dan China.

Selain itu, dalam waktu dekat ini akan ada perusahaan Methanol yang berdiri di Kutim yang investornya berasal dari luar negeri.

Baca juga:  Kasus Solar Cell, Kejari Kutim Sita Barang Bukti Uang Senilai 600 Juta

“Sama dengan perusahaan Methanol akan ada investor asing dan juga investor dalam negeri,” ucapnya.

Melihat nilai investasi Kutim yang tinggi, Pemkab Kutim berupaya untuk meningkatkan potensi ini dengan menarik lebih banyak investor.

“Kami ingin naikkan dengan cara kita berusaha menarik lagi itu (investor) di berbagai sektor terutama perkebunan agar ada di antara mereka yang membuat industri hilirnya,” ujarnya.

Baca juga:  Ketersediaan Oksigen Medis di Kutim Masih Aman

Hal ini untuk memaksimalkan hilirisasi hasil perkebunan di Kutai Timur agar barang mentah dapat diolah terlebih dahulu sebelum diekspor ke luar daerah. 

“Jadi kita berharap ada investor yang berminat untuk masuk mengembangkan hilirisasi sawit,” pungkasnya.

[EL | NON | ADV DISKOMINFO KUTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker