Kukar

Pangdam VI/Mulawarman Pilih Kodim 0906/Tenggarong sebagai Wilayah Cadangan Pangan Nasional

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Kalimantan Timur (Kaltim) tidak ditunjuk terlibat dalam program Lumbung Pangan oleh Pemerintah Pusat dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) guna melakukan pendampingan, percepatan tanam, peningkatan produksi tanaman pangan.

Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjend Hery Wiranto langsung mengambil langkah inisiatif dengan memerintahkan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0906/Tenggarong, agar mencari lahan yang tidak digunakan sebagai tempat cadangan pangan nasional.

Baca juga:  Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Kukar Beri Penghargaan kepada 3 Anak Muda Berprestasi

Tak lama berselang, Desa Tanjung Batu yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang dipilih sebagai lahan cadangan pangan strategis. Hal ini memang memungkinkan, sebab terdapat lahan yang cukup luas untuk digunakan kegiatan tersebut.

Untuk memastikan dan ingin melihat langsung lahan yang tersedia, Pangdam VI/Mulawarman meninjau langsung ke Desa Tanjung Batu, Rabu (21/10/2020).

“Saya melihat langsung di lapangan ternyata dalam waktu yang singkat Dandim 0906/TGR, Charles Alling, dalam waktu 8 hari mampu membuka lahan kurang lebih 3 hektar,” kata Hery.

Dia menambahkan, untuk sementara memang program tersebut dibuat di Kukar, jika berhasil maka pihaknya akan coba di tempat yang lain.

Dia melanjutkan, jika di Kukar terdapat lahan yang tidak digunakan maka bisa dipakai dalam program seluas 460 hektar tersebut.

Untuk tahap pertama akan dicoba 100 hektar terlebih dahulu. Tahap pertama ini TNI telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kukar, PT. Bumi Hijau Pangan (BHP) dan Pupuk Kaltim.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Universitas Mulawarman (Ummul) untuk mengetahui tanaman apa yang cocok ditanam di lahan tersebut.

“Apabila cocok untuk salah satu tanaman maka akan kami tanam,” kata Hery.

Sementara itu, Dandim 0906/TGR, Charles Alling mengatakan Pangdam VI/Mulawarman memilih Kodim Tenggarong untuk mencari lahan program tersebut.

“Wilayah Kukar jika dilihat dari tata ruang sangat potensial untuk dijadikan kawasan cadangan pangan strategis nasional. Ya di sini tempatnya,” kata Alling.

Baca juga:  Antisipasi Libur Panjang, Pemkab Kukar Tempatkan Petugas Keamanan di Sejumlah Tempat Wisata

Dengan mengusung konsep yang bertajuk “Desa Sinergi Hijau”,  dia menuturkan bahwa desa tersebut adalah tempat mengembangkan program ini. Sinergi artinya TNI tidak sendiri, tetapi berkerja sama dengan stakeholder yang ada dalam hal ini bekerja sama dengan pengelola desa maupun PT BHP.

“Kurun waktu 8 hari sudah bisa membuka lahan seluas 3 hektar dan ini direncanakan sebagai model awal, berbasis integrated farming system artinya keterpaduan sistem pertanian, tetapi bukan hanya pertanian saja karena nanti peternakan, perikanan dan perkebunan juga akan dikembangkan di sini,” pungkas Alling.

[SUP | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close