Samarinda
Pendaftaran Siswa Baru Segera Dibuka, Disdik Samarinda Siapkan Aplikasi PPDB
Kaltimtoday.co, Samarinda - Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022, Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda saat ini tengah mempersiapkan aplikasi PPDB. Asli Nuryadin selaku Kepala Disdik Samarinda mengatakan, aplikasi tersebut masih dalam tahap uji coba.
Terlebih menjelang dibukanya pendaftaran PPDB, selain menggunakan aplikasi secara online, Asli juga menerangkan jika orang tua bisa mendaftar dengan datang langsung ke sekolah.
"Sistem itu mudah sekali. Datang saja ke sekolah, nanti dibantu dengan operatornya," terang Asli
Selain itu, Asli mengatakan jika sistem PPDB tahun ini hampir sama seperti yang sudah dijalankan tahun lalu. Seperti, mekanisme pendaftaran melalui zonasi dan afirmasi.
"PPDB sama seperti yang lalu juga tidak terlalu berubah, mungkin zonasi juga tetap ada, afirmasi tetap ada," urainya.
Baca Juga: Rentetan Kasus Kekerasan Masih Mengintai, Komite Keselamatan Jurnalis Maluku Utara Resmi Dibentuk
Baca Juga: Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep TrisaktiView this post on InstagramBaca Juga: Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun PenjaraBaca Juga: Misran Toni Buka Suara Usai Bebas, Mengaku Dipaksa Mengaku sebagai Pembunuh Russel di Muara Kate
Tak lupa, penerimaan jalur prestasi juga akan difasilitasi oleh Disdik Kota Samarinda. Lantaran masih terjadi pandemi Covid-19, disarankan agar sistem PPDB dilakukan secara online.
"Terus untuk anak-anak yang berperstasi baik akademik dan non akademik akan kami fasilitasi. Insyaallah sama dengan yang lalu PPDB karena suasanya masih pandemi Covid-19," ujarnya.
Terlebih, menyangkut permasalahan yang sering muncul saat PPDB, seperti contohnya jumlah murid antar sekolah yang tidak linier, Asli optimis jika pihaknya bisa meminimalisir hal itu.
"Dan PPDB itu pasti ada masalah, karena jumlahnya tidak linier. Di Bayu, Makroman kekuarangan murid. Tapi bagi SMPN 10, SMPN 5 dan SMPN 7 pasti overload. Model sistem seperti apa pun yang dipakai pasti ada masalah. Tapi masalah itu bisa kita minimalisir dan bisa lah jalan seperti tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.
[REF | RWT | ADV DISDIKBUD SAMARINDA]
Related Posts
- Raih Rata-Rata TKA Tertinggi, SMP Sekolah Citra Kasih Peringkat 1 se-Samarinda
- Strategi Gubernur Rudy Mas'ud Hindari Wawancara Media Dinilai Bakal Cederai Prinsip Akuntabilitas Publik
- Irit Bicara dan Hindari Wawancara ke Media, TAGUPP: Rakyat Butuh Informasi Langsung dari Gubernur Rudy Mas'ud
- Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Palolo dan Tak Berpotensi Tsunami
- Perempuan Terluka akibat Tembakan Senapan Angin, Polisi Tangkap Pelaku di Tenggarong









