Internasional

Peneliti Temukan Flu Babi Baru di China Berpotensi Jadi Pandemi

Kaltimtoday.co – Kantor berita Perancis AFP melaporkan bahwa, China dihadapkan pada sebuah jenis flu babi baru yang mampu memicu pandemi. Temuan itu diterbitkan dalam jurnal sains Proceedings of the National Academy of Sciences di Amerika Serikat.

Peneliti di China berkata flu babi yang dinamai G4 ini dapat menginfeksi dari hewan ke manusia. Secara genetik, flu babi baru ini diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009 lalu.

Ilmuwan di universitas-universitas Cina dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China seperti dikutip dari AFP, Selasa (30/6/2020) mengatakan bahwa, flu babi baru itu memiliki semua ciri penting, salah satunya, sangat beradaptasi untuk menginfeksi manusia.

Baca juga:  Mahkamah Agung Israel Batalkan Legalisasi Pemukiman di Tepi Barat

Dari 2011 sampai 2018, peneliti mengambil 30 ribu sampel cairan hidung dari babi-babi di rumah jagal di 10 provinsi di China dan rumah sakit hewan. Hal ini memungkinkan mereka mengidentifikasi 179 virus pada babi.

Kebanyakan dari virus ini jenis baru, dan dominan pada ternak babi sejak 2016.

Peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan virus ini pada ferret, sejenis musang yang banyak digunakan dalam studi flu. Ferret dipakai lantaran memiliki gejala flu yang mirip manusisa, seperti demam, batuk, dan bersin.

Pengamatan menunjukkan, G4 sangat menular, dan bisa melakukan replikasi dalam sel manusia serta menyebabkan gejala lebih parah dibandingkan virus lainnya.

Hasil tes juga menunjukkan kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman, tidak memberikan kekebalan terhadap G4. Menurut hasil tes antibodi, sebanyak 10,4 persen pekerja di industri babi sudah terinfeksi. Hasil tes pun menunjukkan 4,4 persen populasi umum tampaknya juga telah terpapar.

Dengan demikian virus telah berpindah dari hewan ke manusia, tapi belum ada bukti virus itu dapat menular antarmanusia.

Baca juga:  Ahli Epidemiologi: Angka Kasus Covid-19 Melonjak Bukan Berarti Keadaan Semakin Buruk

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Kepala Departemen Kedokteran Hewan dari Universitas Cambridge Jame Wood pun menyarankan untuk memperketat pemantauan orang-orang yang bekerja di peternakan babi.

“Pekerjaan ini datang sebagai pengingat yang baik bahwa kita secara terus-menerus menghadapi risiko munculnya patogen zoonosis baru,” kata Wood dikutip South China Morning China.

Infeksi zoonotik disebabkan oleh patogen yang menular dari hewan ke manusia, seperti dikutip South China Morning Post.

Untuk meningkatkan kewaspadaan, ia juga meminta agar segera dibuat vaksin untuk mencegah infeksi virus ini pada manusia dan babi.

[RWT]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close