Kukar

Penentuan Lokasi Pembangunan Rumah Sakit di Muara Badak Masuk Tahap Pengkajian

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Lokasi pembangunan rumah sakit di Muara Badak hingga kini belum ditentukan. Kajian terus dilakukan agar penempatan lokasi dapat mengakomodir dua kecamatan, yakni Marangkayu dan Anggana.

Ada dua lokasi yang menjadi opsi pembangunan rumah sakit tersebut, yaitu Desa Batu-Batu dan Desa Tanjung Limau.

Baca juga:  Ketua Komisi I DPRD Kukar Supriyadi Tutup Usia di RSUD Aji Muhammad Parikesit

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Abdul Wahab Arief mengatakan, tahun ini pemilihan lokasi sudah ada titik jelas. Karena tim konsultan yang ditunjukkan untuk menilai lahan pembangunan sudah terbentuk.

“Lokasi itu kami serahkan kepada pemerintah yang memang kewenangannya. Kami hanya turut mendorong agar rumah sakit di Muara Badak bisa berdiri,” kata pria disapa Wahab, Rabu (8/9/2021).

Kendati, masyarakat menginginkan agar rumah sakit didirikan di Desa Tanjung Limau sebab jarak pendekat dua kecamatan. Menanggapi hal itu, Wahab mengatakan, puhaknya belum dapat memastikan.

Baca juga:  Lapas Kelas IIA Tenggarong Gelar Pesantren Ramadan

“Ada konsultannya yang akan mengkaji dimana lokasi yang tepat . Mudah-mudahan bisa mengakomodir kecamatan Marangkayu dan Anggana. Tinggal bagaimana nanti agar jalan pendekatnya itu ada, jadi bisa terkoneksi dengan baik,” ungkap Politisi Hanura.

Perkembangan saat ini baru saja memasuki tahap tender masalah review perencanaan dan dokumen studi kelayakan proyek atau feasibility study (FS).

“Jadi kami menunggu penyelesaian FS, sehingga nanti bisa dilihat dimana lokasi yang ditempatkan,” ungkapnya.

Baca juga:  Pecahkan Kaca Mobil, Dua Pria Curi HT di Tenggarong, Pelaku Diancam 7 Tahun Penjara

Dia berharap, pada 2022 mendatang sudah dilakukan detail engineering design (DED) dan Amdal-nya. Jika memang memungkinkan, tahun depan juga sudah mulai pembangunan atau paling tidak penyiapan lahan.

“Selain mendekatkan pelayanan masyarakat, tentunya kehadiran rumah sakit tersebut bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar. Karena bagaimanapun, Muara Badak itu ditunjang beberapa perusahaan besar seperti Migas,” pungkasnya.

[SUP | NON | ADV DPRD KUKAR]

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close