Opini

Peran Bimbingan Konseling Islam dalam Mengatasi Berbagai Permasalahan Keluarga di Masa Pandemi

Oleh: Rosita (Prodi Bimbingan Konseling Islam, Institut Agama Islam Negeri Samarinda)

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup dengan sendirinya tanpa memerlukan bantuan orang lain, secara sengaja ataupun tidak, namun bantuan tersebut diharapkan akan meringankan beban pihak yang membutuhkannya. Kenyataan ini menunjukkan bahwa setiap manusia tidak terhindar dari berbagai permasalahan hidup, seperti halnya permasalahan yang sering kita temui dan terjadi pada sebuah keluarga khususnya di Samarinda.

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang hanya terdiri dari kepala keluarga, yaitu ayah, ibu dan anak serta anggota keluarga lainnya yang tinggal dalam satu atap yang sama dan saling tergantung satu sama lainnya. Masing-masing saling bahu-membahu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, guna menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga.

Baca juga:  Peran Pemuda dalam Menjaga Titik Waras Sebuah Demokrasi

Namun, semenjak kasus pandemi yang mewabah dan meningkat di Indonesia khususnya di Samarinda, berbagai permasalahan sosial dan ekonomi semakin banyak bermunculan dan menjadi beban berat di dalam sebuah keluarga sebab pemerintah Indonesia mulai menerapkan berbagai kebijakan dengan mengeluarkan imbauan social distancing dan imbauan untuk Work From Home bagi pegawai negeri sipil dan swasta. Dampaknya, banyak perusahaan dan perkantoran meliburkan para pegawainya, bahkan pengusaha ada yang melakukan PHK kepada para pegawai-pegawainya.

Kasus pandemi ini bukan hanya berdampak pada para pegawai perusahaan dan perkantoran, Namun berdampak pada pekerja toko, pedagang, buruh pasar, para pengendara ojek online dan pekerja lain yang hanya mengantungkan hidupnya dari pendapatan harian. Hal inilah yang menimbulkan berbagai permasalahan baru di tengah-tengah masyarakat khususnya permasalahan di dalam sebuah keluarga.

Tidak sedikit anggota keluarga yang mengeluh akibat kurangnya pendapatan sehingga semakin banyak masalah yang menimpa sebuah keluarga, baik masalah ekonomi yang mengalami banyak penurunan penghasilan, maupun anggota keluarga yang tidak bisa menerima keadaan yang telah menimpa dirinya akibat bisnis yang tidak berjalan lancar, sehingga menjadi beban moral dan berakibat pada gangguan psikologis seseorang, sebab tidak berusaha untuk mengatasinya, merasa tidak mampu untuk mencari jalan keluarnya dan tidak memiliki daya upaya untuk menghadapinya.

Semua beban permasalahan akan mendatangkan perasaan resah, gelisah bahkan menimbulkan perasaan takut dan cemas hingga sulitnya untuk mengontrol emosi pada diri seseorang yang berujung pada banyaknya kasus kekerasan fisik dalam rumah tangga, kasus penelantaran anak, kasus perceraian, kasus pencurian, kasus perdagangan anak dan masih banyak lagi permasalahan keluarga yang membutuhkan penyelesaian.

Semakin banyaknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi maka seseorang membutuhkan tempat curahan hati, sebab tidak semua permasalahan sanggup di simpan sendiri, terkadang seseorang perlu untuk mencurahkan dan mengeluarkan uneg-uneg yang ada di hatinya daripada konsisten menyimpan masalah itu sendirian, saat itulah dibutuhkan orang yang mau mendengarkan masalah yang dihadapi atau tempat di mana bisa mencurahkan isi hati agar beban moral yang semakin menghimpit dapat berkurang. Misalnya, bisa berkonsultasi kepada orang tua sendiri, kepada pasangan atau kepada teman dekat yang dapat di percaya.

Namun, apabila cara tersebut masih belum bisa membantu untuk mendapatkan solusinya, maka di butuhkan peran dari orang yang lebih profesional di bidangnya, seperti meminta bantuan kepada seorang konselor yang bertugas memberikan dukungan dan layanan bimbingan konseling yang bernuansa Islami yang dapat memberikan solusi, ketenteraman, kenyamanan, ketenangan hati dan harapan baru bagi individu/klien. Layanan ini diberikan secara langsung dalam bentuk konsultasi dengan tujuan menuntaskan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh sekelompok masyarakat yang hidup dalam sebuah hubungan kekeluargaan.

Bimbingan konseling Islam ini sangat berperan penting dalam menyelesaikan atau memberikan solusi bagi keluarga yang ingin permasalahannya dapat segera terselesaikan. Bimbingan konseling Islam adalah proses pemberian bantuan terarah dan sistematis kepada setiap individu agar dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal yang selaras dengan tuntunan dan nilai- nilai yang terkandung di dalam Al-Quran dan Al-Hadist yang berperan dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan keluarga agar jauh dari perilaku negatif dan jauh dari tindakan yang tidak diinginkan.

Konsep konseling yang dipelopori oleh Frank Parson (Boston, 1908), telah berkembang sebagai layanan konsultasi dalam bentuk wawancara konselor kepada klien, yaitu berkomunikasi secara langsung dan mendalam dengan bertatap muka (face to face) untuk mencapai tujuan- tujuan dalam rangka pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, pengubahan sikap dan tingkah laku serta penerimaan diri klien.

Namun, terdapat beberapa perbedaan pada bimbingan konseling pada umumnya, perbedaan ini terletak pada landasan dan pandangan sebab bimbingan konseling Islam menggunakan landasan dasar Al-Quran dan Al-Hadist yang berperan memberikan pengarahan dan bimbingan dalam ajaran Islam untuk mencapai tujuan yang di inginkan, yaitu memperoleh ketenangan hati sehingga terciptanya keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah, penuh ketentraman, kecintaan dan karunia dari Allah SWT.

Baca juga:  Pilkada Kaltim Terlalu Banyak Drama, Tidak Serius Membangun Daerah

Adapun peran penting bimbingan konseling Islam dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi sebuah keluarga adalah:

  1. Membantu menyelesaikan pertentangan- pertentangan di dalam keluarga.
  2. Membantu setiap anggota dalam sebuah keluarga untuk mencapai perkembangan yang sehat di dalam lingkungan keluarga dan masyarakatnya.
  3. Membantu menguatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak agar terhidar dari perilaku negatif dan jauh dari tindakan yang tidak diinginkan.
  4. Membantu meningkatkan kapasitas orang tua dan keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.
  5. Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga.
  6. Memberikan pengetahuan dan keterampilan sebagai usaha meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga.
  7. Membantu keluarga dalam mencapai keseimbangan dan keselarasan agar setiap anggota keluarga merasakan kebahagiaan.
  8. Mengembangkan rasa penghargaan diri dari seluruh anggota keluarga pada anggota keluarga lainnya agar mampu memberikan motivasi dan dorongan semangat.
  9. Membantu anggota keluarga untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dan fitrah keberagamaannya.

Berbagai peran diupayakan sebagai usaha bimbingan konseling Islam untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera agar terciptanya kebutuhan akan kasih sayang serta keselamatan bagi anggota keluarga lainnya. Namun, karena kurangnya tenaga dan lembaga-lembaga bimbingan konseling Islam yang khusus untuk menangani permasalahan di masa pandemi ini, sedangkan di sisi lain semakin meningkatnya permasalahan di dalam keluarga dan kasus-kasus kriminal di tengah-tengah masyarakat yang harus segera diselesaikan. Maka untuk mengatasi permasalahan- permasalahan tersebut perlu adanya keterlibatan dan dukungan pemerintah dalam penyelesaiannya.(*)

*) Opini penulis ini menggelar tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close