Samarinda

PKL di Tepian Mahakam Bisa Kembali Berjualan, Tapi Tunggu Samarinda Turun ke PPKM Level 1

Kaltimtoday.co, Samarinda – Rencana dibukanya kembali ruang berjualan para pedagang kaki lima (PKL) di segmen depan Kantor Gubernur Kaltim dan kantor PLN Samarinda kembali datang. Tempo hari, Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) sudah bertemu dengan Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi. 

Rusmadi menyampaikan mesti menunggu ada petunjuk dan arahan lanjutan hingga Samarinda sudah turun ke PPKM level 1. Nantinya, sesuai kesepakatan hanya ada 27 lapak pedagang. Hal tersebut sudah dikoordinasikan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Baca juga:  Isran Noor Minta Keterbukaan Informasi Publik Segera Dilaksanakan

Dikonfirmasi awak media, Jumat (15/10/2021), Rusmadi menyebutkan bahwa hal tersebut sudah menjadi komitmen Pemkot Samarinda

“Tepian Mahakam itu ruang terbuka hijau (RTH), perhatian kami ini oke untuk ruang ekonomi. Tapi fungsi memberikan ruang bagi warga kota, tamu untuk menikmati alam sekitar itu tetap juga,” jelas Rusmadi saat ditemui di SDN 008 Samarinda, Jalan Awang Long. 

Baca juga:  Bangkitkan Ekonomi di Tengah New Normal Melalui Gerakan Belanja Di Warung Tetangga

Pemkot juga bekerja sama dengan Bankaltimtara untuk menyiapkan rombong bagi PKL yang lebih bagus dan dibuat berseragam semua. 

“Tetap diperbolehkan. Sebab kami sudah komitmen kan. Namun hanya menunggu untuk PPKM level 1. Pak Wali Kota memberikan arahan kepada kami. Saya sudah lapor terkait dengan PKL. Nanti kami tunggu sampai level 1,” lanjut Rusmadi. 

Baca juga:  Turunkan 10 Orang, Tim Airsoft Gun Kaltim Bidik Juara Umum

Nantinya, pembukaan PKL juga akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Samarinda. Rusmadi meminta agar tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kesehatan dan ekonomi sama-sama tak bisa dipisahkan. Keduanya sangat krusial. Kini semua tinggal menunggu waktu sampai Samarinda resmi PPKM level 1. 

“RTH jangan sampai kehilangan fungsinya. Oke untuk ekonomi rakyat, tapi fungsi RTH juga jangan hilang. Terkait parkir juga sudah kami atur. Itu kan daerah zero tolerance. Nanti parkir dialihkan ke Jalan Merbabu dan di kawasan Kampung Jawa untuk dimanfaatkan sebagai lahan parkir,” tandas Rusmadi. 

[YMD | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close