Daerah

Prabowo Resmikan Proyek RDMP Balikpapan Senilai Rp 126 Triliun Hari Ini

Network — Kaltim Today 12 Januari 2026 07:48
Prabowo Resmikan Proyek RDMP Balikpapan Senilai Rp 126 Triliun Hari Ini
Pembangunan RDMP di Balikpapan. (Dok. ESDM)

Kaltimtoday.co - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan pada hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Proyek energi raksasa ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak sekaligus memperkuat pasokan energi dalam negeri.

Informasi peresmian tersebut disampaikan Sekretariat Kabinet setelah Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 11 Januari 2026. RDMP Balikpapan merupakan proyek infrastruktur energi terintegrasi milik Pertamina yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional.

"Rencana peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada Senin 12 Januari 2026," tulis Teddy dalam keterangan yang diunggah melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Senin (12/1/2026). 

Dengan nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp 126 triliun, RDMP Balikpapan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan. Proyek ini menjadi salah satu pengembangan kilang terbesar yang pernah dibangun oleh BUMN sektor energi.

Melalui proyek ini, kapasitas pengolahan kilang Balikpapan akan ditingkatkan dari sekitar 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Kenaikan tersebut diperkirakan mampu memenuhi hampir seperempat kebutuhan bahan bakar minyak nasional, sehingga dapat menekan volume impor BBM.

Selain memperbesar kapasitas, RDMP Balikpapan juga memodernisasi fasilitas kilang agar mampu menghasilkan produk BBM dengan standar Euro V yang lebih ramah lingkungan. Modernisasi ini dinilai penting untuk mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa jika proyek RDMP Balikpapan beroperasi penuh, Indonesia berpotensi mencatat surplus produksi solar pada 2026. Surplus tersebut diperkirakan mencapai 3 hingga 4 juta kiloliter dan membuka peluang penghentian impor solar.

"Solar nanti pada 2026, kalau RDMP kita sudah jadi, kita akan surplus kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter. Agenda kami pada 2026 itu tidak ada impor solar lagi," ujar Bahlil, Selasa (30/12/2025).

[RWT] 



Berita Lainnya