Kukar

Pria Asal Tenggarong Ikuti Peragaan Busana, Luncurkan “Kembang Janggut” Batik Kutai Melayu

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Imam Pranawa Utama desainer baju batik Kutai Melayu asal Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti ajang Ciputra Word Men Fashion Style (MFS 21) di Surabaya pada 2-4 April kemarin.

Dirinya menuturkan, kegiatan tersebut khusus peragaan busana laki-laki, dengan menghadirkan sejumlah desainer Indonesia lainnya.

Baca juga:  Sebabkan Longsor, DPRD Kukar Sidak Aktivitas Tambang di Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Sebrang

Imam satu-satunya perwakilan dari Kalimantan yang berkesempatan berpartisipasi pada ajang tersebut. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dia mengaku mempersiapkan dan merancang desain busana bertemakan kearifan lokal jauh sebelum ajang tersebut dimulai.

“Diacara itu saya mengambil tema Kembang Janggut batik Kutai Melayu dengan mengeluarkan 6 koleksi busana laki-laki. Model yang saya keluarkan sedikit agak nakal dalam artian kombinasi kotak-kotak dan ada yang transparan,” ucap Imam kepada Kaltimtoday.co.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar menambahkan,  busana tersebut tetap transparan. Warna motif yang dipilih cukup pun kombinasi yakni ada biru malam, putih dan abu-abu. Agar menambah tingkat elegan, topi masih menjadi andalan tersendiri dengan mengangkat topi dayak dan kopiah kedang ipil dan dayak.

Supaya kearifan lokal lebih terasa, Imam menambahkan, lagu pesut mahakam dan kota tenggarong dimainkan saat memamerkan busana pada ajang tersebut. Hal ini bentuk langkah mengenalkan lagu-lagu daerah secara luas kepada masyarakat di Indonesia.

Baca juga:  Kunjungi Kesultanan Kukar, Ketua DPD RI Perjuangkan Hari Kebudayaan dan Kongres Raja se-Nusantara

“Konsepnya dalam lagu mahakam tadi, kami ingin melestarikan pesut mahakam yang ada di Kaltim khusunya di Kukar,” kata Desainer asal Tenggarong.

“Meskipun ajang tersebut sebatas promosi dan dirinya tidak memiliki sponsor. Karena memiliki jiwa penikmat seni maka terus dilakukan karena ingin kearifan lokal dikenal di luar Kaltim,” tandasnya.

[SUP | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close