Nusantara

Pulihkan Tahura Bukit Soeharto dari Perambahan, Otorita IKN Gandeng Unmul Tanam Pohon di KM 65

Kaltim Today
28 April 2026 21:14
Pulihkan Tahura Bukit Soeharto dari Perambahan, Otorita IKN Gandeng Unmul Tanam Pohon di KM 65
Aksi lintas sektor dilakukan Otorita IKN untuk memulihkan ekosistem hutan dari degradasi akibat aktivitas perambahan ilegal.

Kaltimtoday.co - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperkuat komitmen perlindungan kawasan dengan menggelar aksi pemulihan ekosistem di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto KM 65, Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil guna mengatasi dampak degradasi hutan akibat aktivitas perambahan ilegal yang marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 

Aksi penanaman pohon bersama ini melibatkan Satuan Tugas Penanggulangan Aktivitas Ilegal, Universitas Mulawarman (Unmul), Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, serta unsur TNI dan Polri. Sebanyak 100 bibit pohon dari jenis gaharu, balangeran, nyatoh, meranti, dan nyamplung ditanam di area yang telah terbuka.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menegaskan bahwa lokasi tersebut memiliki peran vital sebagai laboratorium pembangunan hutan tropis Kalimantan melalui pendekatan saintifik. Ia menyebut upaya persuasif telah dilakukan untuk menghentikan perambahan, namun aktivitas ilegal kerap berulang saat pengawasan mengendur.

"Kegiatan hari ini untuk menunjukkan bahwa semua pihak berkomitmen Tahura ini harus dijaga. Proses hukum bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan aktivitas ilegal akan terus berjalan," tegas Myrna.

Senada, Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Sumber Daya Hayati Hutan Tropis Lembap Unmul, Ibrahim, menyoroti tantangan besar dalam merehabilitasi kawasan hutan hujan tropis yang telah rusak. Menurutnya, pemulihan kawasan yang sudah terbuka lama menuntut pendekatan yang tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga pengamanan yang berkelanjutan.

Ibrahim menambahkan bahwa ekosistem hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi karena mampu menyimpan hingga 70 persen dari vegetasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah menjadi kunci untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan di kawasan Nusantara.

Melalui sinergi multipihak ini, Otorita IKN menargetkan pemulihan fungsi hutan sebagai fondasi utama pembangunan Nusantara sebagai kota hutan yang berkelanjutan. Pengawasan kawasan akan terus diperketat guna memastikan tidak ada lagi aktivitas ilegal yang mengancam kelestarian Tahura Bukit Soeharto.

[TOS]



Berita Lainnya