Kaltim

Rakor Sentra Kekayaan Intelektual, Balitbangda Kaltim Konsultasi dan Advokasi 52 Hak Cipta Hasil Riset

Kaltimtoday.co, Mataram – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim telah melakukan konsultasi dan advokasi terhadap sekitar 52 Hak Cipta hasil riset/kajian yang selama ini belum didaftarkan.

Kegiatan tersebut dilakukan saat mengikuti Rapat Koordinasi Sentra Kekayaan Intelektual dengan tema “Komersialisasi Kekayaan Intelektual”, yang diselenggarakan oleh Direktorat Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 5-6 Juli 2022.

Baca juga:  DLH Kaltim dukung Aksi World Cleanup Day, Laksanakan Pilah Sampah dari Rumah

Plt. Kepala Balitbangda Kaltim, Fitriansyah mengatakan, selain melakukan konsultasi dan advokasi, pihaknya juga berkonsultasi mengenai perpanjangan paten hasil riset terdahulu (Invensi Cratoxylum Sumatranum) milik Balitbangda Kaltim.

“Pada hari kedua acara diagendakan konsultasi dan advokasi kekayaan intelektual bagi para peserta langsung kepada Ditjen KI Kemenkumham. Jadi kita konsultasikan 52 hak cipta hasil riset kita yang belum terdaftar sekaligus perpanjangan paten hasil riset terdahulu,” katanya.

Baca juga:  Infrastruktur Jalan IKN Wilayah Sepaku Mulai Dibangun, Habiskan Anggaran Rp 275 Miliar

Beberapa narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan dan kesadaran akan  kekayaan intelektual yang banyak dihasilkan oleh lembaga penelitian, baik Balitbangda, perguruan tinggi, maupun sentra KI lainnya di seluruh Indonesia.

Kemudian di hari kedua, rakor tersebut mengagendakan konsultasi dan advokasi kekayaan intelektual bagi para peserta langsung kepada Ditjen KI Kemenkumham.

[RWT | ADV DISKOMINFO KALTIM]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker