Samarinda

Samarinda Mulai Jadwalkan Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa Jenjang SMP

Kaltimtoday.co, Samarinda – Semua sekolah di Samarinda terpaksa harus kembali menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Padahal, sebelumnya sudah ada 14 Sekolah Tangguh Covid-19 yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Untuk memastikan PTM kembali bisa digelar, Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda aktif mengimbau guru dan tenaga pendidik (GTK) untuk ikut vaksinasi. Terbaru, Disdik Samarinda juga akan menggelar vaksinasi untuk siswa SMP di Samarinda.

Baca juga:  DLH Samarinda Raih Penghargaan Proklim Nasional 2 Tahun Berturut-turut

Rencana tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Samarinda Barlin Hady Kesuma dalam diskusi publik rapat pimpinan daerah oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Sabtu (17/7/2021).

Diskusi KAMMI Samarinda bersama Disdik Samarinda.

Dikatakan Barlin, vaksinasi pertama akan berlangsung di SMP Negeri 36 Samarinda Seberang. Agenda tersebut akan dihadiri oleh Dinas Pendidikan Samarinda.

“Vaksinasi ini dilakukan sebagai persiapan menuju pembelajaran tatap muka,” kata Barlin.

Baca juga:  Lahan Bekas Tambang hingga Alat Pertanian Jadi Aspirasi yang Disampaikan Warga ke Akhmed Reza Fachlevi

Disampaikannya, Disdik Samarinda tidak hanya menggencarkan vaksinasi untuk persiapan PTM, tapi juga pembentukan Sekolah Tangguh Covid-19 (STC), pemberian alat bantu di STC, evaluasi dan pengawasan kepada setiap sekolah, hingga uji coba sistem hybrid pada sekolah, yakni gabungan metode daring dan luring di sekolah.

“Kami akan memulai kembali ke hal yang sama seperti tahun lalu, STC 1-5 kami mau melihat setahap demi setahap. Kami akan buka perlahan,” kata Barlin.

Baca juga:  Dibentuk Desember 2020, Bank Ramli Ceseri Semakin Eksis di Samarinda

Disdik Samarinda, kata Barlin, saat ini telah membuka hingga STC tahap keenam. Melalui permulaan tersebut tercatat 828 sekolah telah dibuka.

Disdik Samarinda menegaskan tidak langsung menerapkan PTM di sekolah seperti kondisi normal. Tapi dengan cara yang berbeda. Sekolah diimbau melaksanakan pembelajaran maksimal 3 jam. Tidak ada kegiatan olahraga dan makan bersama. Protokol kesehatan di sekolah juga diperketat.

[SNM |TOS | ADV DISDIK SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker