Kaltim

Sarana dan Prasarana Pengelolaan Sampah di Kaltim Harus Lebih Berkembang

Kaltimtoday.co, Samarinda – Membahas perihal sampah memang tak akan pernah ada habisnya. Erat kaitannya dengan aktivitas manusia sehari-hari. Makin ke sini, pengelolaan sampah kerap jadi perhatian bersama. Masih banyak pula yang perlu dibenahi.

Sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah menjadi hal krusial agar semua dapat terproses dengan baik. Sebut saja di antaranya seperti Tempat Penampungan Sementara (TPS), Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), bank sampah, truk pengangkut sampah, gerobak, dan lainnya.

Baca juga:  PROPER Daring DLH Kaltim, Dua Tahap Verifikasi jadi Hal Penting

Sebagai informasi, TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, atau bahkan tempat pengolahan sampah terpadu. Sedangkan TPA adalah sebuah tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan yang aman bagi lingkungan sekitar dan masyarakat. Kalau TPST berarti tempat untuk melaksanakan kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, daur ulang, pengolahan, dan pemprosesan akhir sampah. Mengenai bank sampah, agaknya sudah cukup populer di kalangan masyarakat.

Biasanya menjadi tempat untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah. Kemudian, hasil pemilahan itu akan diberi ke pengepul atau pengrajin agar dibuat sesuatu yang baru.

Disampaikan oleh Andi Sitti Asti Suriaty, kasi Pengembangan Fasilitas Teknis di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, bahwa DLH provinsi lebih mengarah pada koordinasi, sosialisasi, dan pembinaan terkait sarana persampahan yang ada di sebagian kabupaten dan kota di Kaltim. Namun ada juga daerah yang ditangani oleh instansi lain seperti di Kutai Barat dan Kutai Kartanegara. Menurut rencana, keduanya akan bergabung di DLH kabupaten masing-masing, namun masih proses dan menunggu putusan dari masing-masing bupati.

Baca juga:  Berikut Jadwal Lengkap Tes SKB CPNS Formasi 2019

Tahun lalu, di Balikpapan telah diresmikan TPA Manggar yang disebut Presiden Joko Widodo sebagai TPA terbaik di Indonesia untuk sanitary landfill.

“Ke depannya, tempat serupa akan dikembangkan pula di lokasi lain. Salah satu rencana akan dibuat TPA di Samboja mengingat daerah tersebut segera menjadi penyangga ibu kota negara (IKN),” ujar Asti.

Perihal sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Kaltim masih ada yang perlu ditingkatkan lagi.

[YMD | RWT | ADV DISKOMINFO]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close