Daerah

Seleksi Kepala OPD Kukar Terapkan Sistem Talenta ASN dan Tak Gunakan 1 Tim Selter

Supri Yadha — Kaltim Today 09 Mei 2026 17:58
Seleksi Kepala OPD Kukar Terapkan Sistem Talenta ASN dan Tak Gunakan 1 Tim Selter
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini masih mengalami kekosongan. Sementara, posisi kepala dinas yang kosong tersebut masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengungkapkan, proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) sedang berjalan. Pemkab Kukar juga menjalankan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) sebagaimana anjuran Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“ Segera dalam waktu dekat kita dalam proses pengisian sekarang. Semua ASN yang berada di Box 7, 8, 9 itu berhak untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya,” kata Aulia.

Box atau kotak 9 dalam manajemen talenta merupakan alat pemetaan yang membagi pegawai ke dalam sembilan kategori guna menentukan strategi pengembangan karier yang tepat dan berlaku secara nasional di seluruh instansi pemerintah.

Lalu, ASN yang masuk dalam Box 7, 8, dan 9 merupakan kelompok pegawai bertalenta tinggi atau talent pool yang diprioritaskan untuk pengembangan karier dan promosi jabatan, yang kerap disebut sebagai top right box.

Aulia menambahkan, Pemkab Kukar tidak menerapkan satu tim seleksi terbuka (selter) untuk seluruh jabatan seperti di sejumlah daerah lain. Kukar justru membentuk tim selter berdasarkan kebutuhan dan bidang masing-masing perangkat daerah.

Sebagai contoh, dalam proses penempatan direktur rumah sakit, tim selter melibatkan praktisi rumah sakit, dewan pengawas rumah sakit, hingga Sekretaris Daerah. Begitu pula dalam pengisian jabatan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, tim selter akan melibatkan praktisi hingga ahli di bidang pertanian

“Proses selanjutnya itu dinilai oleh pejabat-pejabat yang berkompeten di bidangnya. Kami mungkin tidak seperti daerah lain, satu tim selter untuk seluruh jabatan. Tapi kalau di Kukar, itu tim selternya berdasarkan kebutuhan,” ungkap Aulia.

Selain kompetensi bidang, calon kepala dinas juga diwajibkan memahami dan menguasai 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Hal tersebut menjadi salah satu aspek penilaian dalam proses seleksi.

Menurut Aulia, para calon pejabat harus mampu menjelaskan bagaimana cara menerjemahkan program dedikasi tersebut sesuai OPD yang dipimpinnya agar dapat berjalan maksimal di tengah masyarakat.

“Nah dari situ kan begini, orang itu bisa bekerja dengan baik ketika dia paham terkait dengan apa yang akan dikerjakannya. Nah itulah yang akan kita uji pada saat selter nanti,” tandasnya.

[RWT]



Berita Lainnya