Daerah
Sidak di Muara Kaman, Pimpinan DPRD Kukar Temukan Jalan Rusak Parah Berlumpur
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Wakil Ketua III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Aini Faridah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kecamatan Muara Kaman guna meninjau kerusakan parah jalan penghubung antar-desa. Kondisi jalan yang masih berupa tanah tersebut berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan dan sulit dilalui kendaraan biasa.
Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah kepala desa yang mengeluhkan buruknya infrastruktur di wilayah mereka. Kerusakan parah ditemukan merata pada jalur penghubung Desa Rantau Hempang, Benua Puhun, hingga Desa Teratak.
Aini Faridah mengungkapkan, buruknya kondisi jalan membuat akses pendekat antar-tiga desa tersebut tidak berfungsi maksimal. Masyarakat yang seharusnya bisa menempuh perjalanan dalam waktu singkat, kini harus menghabiskan waktu lebih lama karena kendaraan sering terjebak lumpur.
“Kalau tidak rusak parah itu bisa jadi jalan penghubung masyarakat tiga desa yang ada di dalam untuk ke Kecamatan Muara Kaman, karena itu akses pendekat. Karena rusaknya parah, awalnya bisa ditempuh singkat, jadi agak lama,” kata Aini.
Bahkan, saat melakukan sidak, rombongan dewan harus menggunakan mobil double gardan (4x4) agar bisa menembus titik-titik kerusakan. Kondisi ini dinilai sangat menyulitkan mobilitas ekonomi dan sosial warga setempat.
Langkah selanjutnya, Wakil Ketua DPRD berharap pemerintah daerah khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, jalan tersebut bisa menjadi prioritas ke depan. Terlebih, mereka juga melihat langsung saat sidak.
Selain itu, dirinya juga memperoleh salinan proposal pembangunan jalan yang sudah disetujui atau ACC oleh Bupati sebelumnya, Edi Damansyah, pada 2024 lalu.
Namun hingga kini tak kunjung terwujud. Walaupun dulu sempat dilakukan pengukuran jalan oleh Dinas PU.
“Bahkan sudah pengukuran ini dari pihak PU sampai sekarang belum ada direalisasi,” tuturnya.
Aini berharap, pembangunan jalan antar desa di Muara Kaman bisa menjadi prioritas untuk dianggarkan melalui APBD 2027 mendatang. Jika belum bisa dilakukan secara menyeluruh, ia menilai perbaikan bertahap tetap diperlukan agar jalan dapat digunakan masyarakat.
“Masyarakat sana bilang, walaupun tidak semuanya, yang penting setiap tahun ini ada. Artinya untuk spot-spot yang rusak ini dulu tidak apa-apa. Yang penting ini bisa dipakai oleh masyarakat,” tandasnya.
[RWT]
Related Posts
- Jalan Rusak Hambat Perdagangan dan Mobilitas Warga di Poros Bontang–Sangatta
- DPRD Kaltim Dukung Pelarangan Truk Tambang untuk Lindungi Jalan Pedalaman
- Jalan Rusak di Kelay Ancam Keselamatan Warga, DPRD Kaltim Minta Penanganan Darurat Segera Dilakukan
- Pemerintah Kucurkan Rp225 Miliar untuk Peningkatan Jalan Kutai Barat–Mahulu
- Jalan Sangatta–Bengalon Rusak Parah, Gubernur Kaltim Ancam Hentikan Aktivitas KPC Jika Tak Segera Perbaiki









