Daerah

Sidak di Muara Kaman, Pimpinan DPRD Kukar Temukan Jalan Rusak Parah Berlumpur

Supri Yadha — Kaltim Today 04 April 2026 16:28
Sidak di Muara Kaman, Pimpinan DPRD Kukar Temukan Jalan Rusak Parah Berlumpur
Wakil Ketua III DPRD Kukar, Aini Faridah bersama anggota dewan dan kepala desa saat melakukan sidak. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Wakil Ketua III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Aini Faridah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kecamatan Muara Kaman guna meninjau kerusakan parah jalan penghubung antar-desa. Kondisi jalan yang masih berupa tanah tersebut berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan dan sulit dilalui kendaraan biasa.

Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah kepala desa yang mengeluhkan buruknya infrastruktur di wilayah mereka. Kerusakan parah ditemukan merata pada jalur penghubung Desa Rantau Hempang, Benua Puhun, hingga Desa Teratak.

Aini Faridah mengungkapkan, buruknya kondisi jalan membuat akses pendekat antar-tiga desa tersebut tidak berfungsi maksimal. Masyarakat yang seharusnya bisa menempuh perjalanan dalam waktu singkat, kini harus menghabiskan waktu lebih lama karena kendaraan sering terjebak lumpur.

“Kalau tidak rusak parah itu bisa jadi jalan penghubung masyarakat tiga desa yang ada di dalam untuk ke Kecamatan Muara Kaman, karena itu akses pendekat. Karena rusaknya parah, awalnya bisa ditempuh singkat, jadi agak lama,” kata Aini.

Bahkan, saat melakukan sidak, rombongan dewan harus menggunakan mobil double gardan (4x4) agar bisa menembus titik-titik kerusakan. Kondisi ini dinilai sangat menyulitkan mobilitas ekonomi dan sosial warga setempat.

Langkah selanjutnya, Wakil Ketua DPRD berharap pemerintah daerah khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, jalan tersebut bisa menjadi prioritas ke depan. Terlebih, mereka juga melihat langsung saat sidak.

Selain itu, dirinya juga memperoleh salinan proposal pembangunan jalan yang sudah disetujui atau ACC oleh Bupati sebelumnya, Edi Damansyah, pada 2024 lalu.

Namun hingga kini tak kunjung terwujud. Walaupun dulu sempat dilakukan pengukuran jalan oleh Dinas PU.

“Bahkan sudah pengukuran ini dari pihak PU sampai sekarang belum ada direalisasi,” tuturnya.

Aini berharap, pembangunan jalan antar desa di Muara Kaman bisa menjadi prioritas untuk dianggarkan melalui APBD 2027 mendatang. Jika belum bisa dilakukan secara menyeluruh, ia menilai perbaikan bertahap tetap diperlukan agar jalan dapat digunakan masyarakat.

“Masyarakat sana bilang, walaupun tidak semuanya, yang penting setiap tahun ini ada. Artinya untuk spot-spot yang rusak ini dulu tidak apa-apa. Yang penting ini bisa dipakai oleh masyarakat,” tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya