Daerah

Kerusakan Jalan Kota Bangun-Kenohan Segera Dikerjakan, Pemkab Kukar Anggarkan Rp 10 Miliar

Supri Yadha — Kaltim Today 09 April 2026 17:39
Kerusakan Jalan Kota Bangun-Kenohan Segera Dikerjakan, Pemkab Kukar Anggarkan Rp 10 Miliar
Kepala PU Kukar, Wiyono. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Akses jalan penghubung antar kecamatan di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang mengalami kerusakan bakal segera ditangani. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar pada 2026 untuk memperbaiki ruas vital tersebut.

Perbaikan difokuskan pada jalur dari Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, hingga Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan. Ruas ini menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah hulu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kukar, Wiyono menjelaskan, proses pengadaan barang dan jasa saat ini sudah berjalan. Tahapan berikutnya tinggal menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebelum masuk ke kontrak kerja dan pelaksanaan di lapangan. 

“Dalam waktu dekat pekerjaan akan segera dieksekusi di lapangan, karena proses PBJ sudah ada dan tinggal tahap kontrak serta persiapan teknis,” kata Wiyono.

Ia menambahkan, panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai Rp 9 kilometer. Untuk penanganan secara menyeluruh, dibutuhkan anggaran besar hingga puluhan miliar rupiah.

Namun karena keterbatasan anggaran, perbaikan tahun ini baru bisa dilakukan sebagian. Dari total Rp10 miliar yang tersedia, pekerjaan semenisasi diperkirakan hanya mampu menjangkau sekitar 700 hingga 800 meter.

Sementara sisanya akan ditangani melalui pemeliharaan menggunakan agregat dan pemadatan agar tetap dapat dilalui kendaraan.

“Idealnya, penanganan seluruh ruas jalan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 80 sampai 90 miliar rupiah. Karena terbatas, jadi dilakukan secara bertahap,” ujar Wiyono.

Metode pengecoran dipilih karena kondisi jalan tidak cocok menggunakan aspal. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pengaspalan di ruas tersebut sepanjang 5 kilometer tidak bertahan lama akibat beban kendaraan bertonase besar yang melintas.

Pengerjaan jalan beton diperkirakan selesai selama tiga bulan. Sedangkan pemeliharaan akan terus dilakukan sepanjang tahun 2026 agar kondisi jalan tetap baik dan tidak berlubang kembali.

“Makanya disiapkan alokasi anggaran untuk pemeliharaan, termasuk juga rigid (pengecoran), karena dananya terbatas sehingga dibagi dua,” tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya