DISDIKBUD BONTANG

SMPN 2 Bontang Perkuat Budaya Anti-Bullying Lewat Lomba Video, Libatkan Siswa Secara Aktif

Kaltim Today
22 Juli 2026 11:22
SMPN 2 Bontang Perkuat Budaya Anti-Bullying Lewat Lomba Video, Libatkan Siswa Secara Aktif
Kepala SMPN 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah. (Laz/Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - SMP Negeri 2 Bontang terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. 

Sebagai sekolah inklusi yang memiliki 29 siswa berkebutuhan khusus, sekolah ini menilai pencegahan perundungan (bullying) harus dilakukan melalui keterlibatan aktif siswa, bukan sekadar sosialisasi.

Kepala SMPN 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah, mengatakan sekolah inklusi memiliki tanggung jawab lebih besar dalam membangun budaya saling menghargai dan menghormati perbedaan.

"SMPN 2 Bontang merupakan sekolah inklusi. Saat ini ada sekitar 29 siswa berkebutuhan khusus yang belajar bersama siswa lainnya. Karena itu, bullying sama sekali tidak boleh terjadi. Di sekolah yang jumlah siswa inklusinya sedikit saja tidak diperkenankan, apalagi di sekolah kami," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Untuk menanamkan pemahaman tersebut, SMPN 2 Bontang tidak hanya menggelar sosialisasi, tetapi juga mengadakan lomba pembuatan video bertema anti-bullying yang melibatkan para siswa.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena mendorong siswa mencari referensi, memahami materi, sekaligus menyampaikan pesan pencegahan perundungan melalui karya kreatif.

"Prinsip kami, jika anti-bullying hanya disuarakan dan disosialisasikan, itu kurang efektif. Karena itu kami mengadakan lomba video anti-bullying. Dengan tugas tersebut, tentu saja mereka akan mencari materi sehingga dapat menambah ilmu secara langsung," jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menghargai sesama, menerima perbedaan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus.

Melalui kombinasi sosialisasi dan pembelajaran berbasis praktik, SMPN 2 Bontang optimistis budaya anti-bullying dapat tertanam lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya