Samarinda

Solar Langka, Ratusan Sopir Truk Gelar Demo di Balai Kota Samarinda

Kaltimtoday.co, Samarinda – Aksi demonstrasi dilakukan oleh ratusan supir dump truck di Samarinda bersama organisasi mahasiswa, Rabu (24/8/2022) di Balai Kota Samarinda. Sejak awal, para supir dump truck sudah berkumpul dan bersiap dari kawasan Polder Air Hitam.

Bukan tanpa alasan, demonstrasi kali ini dilakukan karena kekhawatiran masyarakat perihal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Termasuk ada beberapa pihak yang tak bertanggung jawab untuk mengambil kesempatan saat kelangkaan tersebut.

Baca juga:  Belajar Tatap Muka 2021, Fitri Maisyaroh: Statusnya Boleh, Bukan Wajib

Koordinator aksi, Hendra mengungkapkan bahwa, pihaknya sudah mengalami kesulitan mendapat BBM sejak kelangkaan BBM solar terjadi. Diketahui, sejak beberapa bulan silam sejumlah tampak antrean mengular di beberapa SPBU Samarinda. Truk-truk besar itu terpaksa berhenti di pinggir jalan demi mendapat solar.

Walhasil, Forum Gabungan Supir Samarinda (FGSS) pun memutuskan untuk gelar aksi unjuk rasa akibat kesulitan yang telah mereka rasakan. Kendati beberapa waktu lalu Pertamina sudah mengeluarkan fuel card sebagai solusi atas masalah tersebut, rupanya masalah lain masih muncul.

Di antaranya ada uji kir. Sebagai informasi, kir adalah proses kegiatan yang dilakukan untuk menguji kelayakan dari kendaran secara teknis. Pelaksana uji kir adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Supir dump truck pun diwajibkan melakukan uji kir. Namun untuk lulus ujian itu juga tak mudah dan cenderung sulit.

“Salah satu syarat yang menjadi masalah adalah tinggi bak dump truck harus 70 sentimeter dan lebar bak 40 sentimeter dari sasis,” jelas Hendra kepada awak media.

Baca juga:  Soroti Drainase Developer Perumahan yang Tak Sesuai Standar, DPRD Samarinda Minta Dinas Terkait Tinjau Ulang 

Kendati demikian, FGSS bersedia dan siap untuk uji kir yang dilakukan 6 bulan sekali itu. Namun, pihaknya ingin agar syarat yang berlaku bisa diterapkan pula untuk jenis angkutan lain. Termasuk dump truck milik pemerintah.

“Karena kalau tidak bisa kir, kami tidak dapat Kartu Brizzi (untuk beli solar, Red). Kartu dari Bank BRI untuk mendapatkan solar, buat pembayarannya karena tidak boleh tunai,” sambung Hendra.

Pun pihaknya membawa sejumlah tuntutan pada aksi hari ini. Di antaranya, atasi dan tuntaskan kelangkaan BBM solar, stop dan tangkap mafia solar, awasi dan tindak SPBU nakal, bentuk gugus tugas pengawasan independen melibatkan masyarakat, dan berantas calo yang meloloskan izin tanpa syarat.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker