Samarinda

Sosialisasi Pola Hidup Sehat, BPJS Kesehatan Samarinda Hadirkan Ade Rai

Kaltimtoday.co, Samarinda – Sosialisasi program JKN-KIS dan pola hidup sehat, BPJS Kesehatan Samarinda menyelenggarakan sosialisasi bersama 300 peserta dari berbagai komunitas dan perusahaan-perusahan di Samarinda. Hal yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah cara meningkatkan kesadaran diri dan keluarga serta masyarakat pada umumnya, terkait pola hidup sehat. BPJS Kesehatan Samarinda menghadirkan Ade Rai sebagai pembicara. Acara ini diselenggarakan di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Kamis (19/09/2019).

Acara sosialisasi pola hidup sehat ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Sosial dan Kesehatan Muhammad Suaidi, Direksi BPJS Kaltimtara, Kalsel dan Kalteng yang diwakilkan oleh dr. Endang Wati dan Kepala BPJS cabang Samarinda, Oktavianus Ramba, serta seluruh peserta dari komunitas-komunitas dan instansi perwakilan berbagai perusahaan di Samarinda. Kurang lebih 300 peserta mengikuti kegiatan BPJS Kesehatan dengan agenda sosialisasi pola hidup sehat.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, yang diwakili oleh Kepala Biro Sosial dan Kesehatan Muhammad Suaidi, Isran menyambut baik kegiatan sosialisasi pola hidup sehat yang diselenggarakan oleh BPJS kesehatan, untuk meningkatkan kesadaran dan menambah wawasan bagi peserta BPJS maupun yang belum menjadi peserta.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Naik, Sri Puji Astuti: Seluruh Negara Memiliki Persoalan Serupa

Isran Noor mengatakan, program pemerintah terhadap kesehatan merupakan hak bagi warga negara untuk mendapatkan akses kesehatan. Maka, dia mengharapkan, kesadaran kegotong royongan.

“Yang belum mendaftar silakan mendaftar. Dan yang sudah mendaftar, teruslah membayar iuran tepat waktu sebagai wujud membantu masyarakat yang sedang sakit. Maka dengan dibayarnya iuran BPJS kesehatan tersebut orang sakit dapat tertolong,” ungkap Isran Noor.

Selain itu, Direksi BPJS Kesehatan Kaltimtara, Kalteng dan Kalsel, yang diwakilkan oleh dr. Endang Diarty, dalam sambutannya, dia mengatakan, salah satu falsafah dalam tubuh pancasila termaktub dalam sila ke lima tentang keadilan seluruh bangsa Indonesia. Salah satunya, keadilan di bidang kesehatan. Maka dengan hadirnya program kesehatan nasional JKN-JIS dan BPJS Kesehatan sebagai operatornya, akan terus melayani masyarakat sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.

“Sosialisasi program JKN-KIS tentang pola hidup sehat merupakan wujud kerjasama antara BPJS Kesehatan dan Pemprov Kaltim, sebagai upaya mengedukasi dalam peningkatan pelayanan BPJS kesehatan,” ujarnya.

Dia berharap, kegiatan sosialisasi program JKN-JIS tentang pola hidup sehat dimana Ade Rai sebagai pembicara, dapat memberikan manfaat bagi peserta yang hadir maupun keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Ade Rai bersama staf BPJS Kesehatan Cabang Samarinda.

Di tempat yang sama, Kepala BPJS Oktavianus Ramba cabang Samarinda mengatakan, BPJS Kesehatan telah membuka akses berbasis digital yang terdapat dalam aplikasi mobile JKN.

“Aplikasi ini berfungsi sebagai akses kemudahan pendaftaran dan merubah data kepesertaan, kemudahan mengetahui informasi peserta dan keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuaran, kemudahan mendapatkan pelayanan difasilitas kesehatan, kemudahan menyampaikan pengaduan dan permintaaan informasi seputar JKN-KIS,” ungkapnya.

“Jadi para peserta tidak perlu mengantri dikantor BPJS Kesehatan setempat, tidak ada jaman lagi,” tambah Oktavianus

Brand ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai, hadir sebagai pembicara mengenai pola hidup sehat. Dia mengatakan, proses sosialisasi ini adalah sebuah edukasi yang memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait cara berprilaku pola hidup sehat.

Baca juga:  Defisit BPJS Kesehatan Terjadi Sejak 2014, Iuran Peserta Wajib Dinaikan?

“Kegiatan sosialisasi terkait pola hidup sehat yang dibutuhkan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat, sebab sebagian besar masyarakat diserang penyakit akibat dari pola prilaku hidup yang tidak sehat, baik mengkonsumsi makanan yang berlebihan, selain itu kesadaran masyarakat dalam berolahragapun sangat minim, padahal dengan berolahraga tubuh menjadi sehat dan kuat sehingga penyakitpun akan menjauh,” ujar Ade Rai.

Pemilik nama asli I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai ini mengatakan, JKN-KIS merupakan program nasional yang sangat baik dalam hal asuransi sosial dengan sistem kegotong-royongan terkait pembayaran iuran kesehatan. Pasalnya, orang-orang yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan pola hidup sehat maka dapat membantu orang lain yang sedang sakit.

“Salah satu asuransi sosial dengan sistem gotong royong, dimana negara hadir untuk membantu melayani masyarakat untuk dapat disembuhkan ketika sedang terkena penyakit,” ungkapnya.

Atlet Binaragawan tersebut mengungkapkan, masyarakat perlu bersyukur dengan adanya asuransi yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain, maka perlu juga masyarakat berprilaku hidup sehat.

Baca juga:  Dukung Iuran Naik, BPJS Kesehatan Samarinda Berutang Rp 184 Miliar

Program kesehatan nasional bisa bermanfaat bagi yg membutuhkan, tapi yang terjadi hari ini adalah ketika begitu banyak orang yang sakit,maka biayapun tidak sanggup menutupi.

“Jangankan Indonesia, negara semaju apapun kalau pola perilaku masyarakatnya acuh terhadap kesehatan, maka berapapun biayanya tidak akan sanggup menutupi,” kata Ade Rai.

Dia mengatakan, masyarakat berperan penting dalam menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dengan teratur.

Pria berdarah Bali tersebut mengharapkan, sosialisasi ini dapat memberikan edukasi kepada peserta yang hadir. Dan peserta yang hadir dapat memperpanjang tangannya untuk menyampaikan cara hidup sehat kepada komunitas, perusahan dan tentunya kepada keluarga.

Ade Rai mengungkapkan alasan mengenai pemerintah yang berencana menaikan iuran BPJS Kesehatan, lantaran semakin banyak masyarakat yang pola hidupnya tidak sehat sehingga membutuhkan biaya yang banyak, sedangkan peserta yang sehat hanya sedikit saja.

Baca juga:  Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Berlaku 1 Januari 2020

“Kenapa biaya dinaikkan karena pola hidup masyarakat tidak sehat, sehingga mengakibatkan sakit. Orang sakit jauh lebih banyak dari pada orang yang hidupnya memiliki¬† pola prilaku yang sehat. Semakin hari makin bertambah orang-orang sakit makanya terus mengalami devisit,” tegas Ade Rai.

“Perannya adalah mengoptimalkan prilaku hidup sehat pada diri pribadi dan keluarga,” tutupnya.

[SDH | RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close