Kaltim

Sudah 488 Penderita AIDS Meregang Nyawa di Kaltim, Ali Hamdi: Semua Pihak Harus Mencegah

Kaltimtoday.co, Samarinda – Upaya mencegah penularan HIV/AIDS harus semakin digalakkan. Jika tidak maka, penderitanya akan semakin banyak dan menyasar tanpa kenal usia.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kaltim Ali Hamdi. Politikus PKS ini mengatakan, perlu ada usaha dan langkah penanggulangan HIV/AIDS secara terpadu dan lintas sektoral dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Semua pihak juga harus bersatu dan melakukannya secara berkesinambungan,” katanya kepada Kaltimtoday.co.

Baca juga:  Ibu Kota Negara Pindah, Ketua DPRD Kaltim: Jangan Sampai Hanya Jadi Penonton

Bukan tanpa alasan, berdasarkan data yang diterima Ali Hamdi. Di Kaltim hingga saat ini ada sebanyak 488 orang yang meregang nyawa terkena serangan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Selain itu, tercatat 7.627
orang menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan 1.196 mengidap AIDS. Data tersebut terakumulasi sejak 1993 silam atau dalam kurun 26 tahun terakhir.

Sementara data dari RSUD Abdul Wahab Sjaranie (AWS) Samarinda mencatat, sejak2005 hingga Desember 2018 telah dilakukan tes terhadap 55.885 orang. Hasilnya, terdapat 2.299 orang positif HIV. Penderita HIV terbanyak pegawai swasta mencapai 1.149 orang, menyusul ibu rumah tangga tercatat 507 orang, pengangguran 319 orang, ibu hamil dan akan melahirkan 103 orang.

Kemudian, PNS/pensiunan 83 orang, mahasiswa 25 orang, pelajar 14 orang, dan guru atau dosen tercatat ada 7 orang.

Baca juga:  Komisi I DPRD Kaltim Temui Kapolda Kaltim, Bahas Persiapan IKN

Di samping usaha dan langkah penanggulangan HIV/AIDS secara terpadu perlu pula terus dilakukan pengobatan bagi penderita menggunakan obat dengan tujuan melemahkan virus HIV, melaksanakan pola hidup sehat, tidak mengkonsumsi narkoba, dan selalu berpikir positif.

Politisi PKS ini mengimbau, penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS juga harus terus dilakukan. Termasuk memberikan perlindungan atau tidak lagi mendiskriminasi penderita HIV/AIDS. Namun, para penderita HIV/AIDS tersebut harus mendapat jaminan hidup layak seperti masyarakat pada umumnya.

“Pemerintah dan stakeholder terkait harus bekerjasama. Jangan biarkan penularan HIV/AIDS tidak terkendali. Penyakit itu sangat berbahaya,” pungkasnya.

[TOS | ADV]

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Back to top button
Close