Daerah
Sungai Mahakam Terintrusi Air Laut, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Pastikan IPA Terdampak Mulai Berangsur Normal
Kaltimtoday.co, Samarinda - Perumdam Tirta Kencana Samarinda memastikan operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sebelumnya terdampak intrusi air laut berangsur kembali normal. Dari beberapa instalasi yang sempat mengalami gangguan, saat ini hanya IPA Bantuas yang masih mengalami penyesuaian jam operasional.
Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik, mengatakan berdasarkan pemantauan bersama Asisten Manager Laboratorium Induk, sejumlah IPA yang sebelumnya terdampak intrusi air laut kini telah kembali beroperasi selama 24 jam.
“Dari beberapa instalasi yang kemarin terintrusi air laut, alhamdulillah sudah kembali normal di jam operasionalnya 24 jam,” kata Taufik.
Meski demikian, Perumdam masih terus memantau kondisi air baku di Sungai Mahakam, khususnya perkembangan kadar klorida akibat intrusi air laut.
Taufik menjelaskan, IPA Bantuas saat ini masih mengalami pengurangan jam operasional. Kondisi tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan hasil pemantauan kualitas air baku.
Sementara itu, masyarakat Kota Samarinda diimbau untuk menampung air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi air baku yang berpengaruh terhadap operasional IPA.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Samarinda untuk bisa menampung air terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut Taufik, hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi masih memungkinkan bagi pelayanan air bersih untuk berjalan seperti biasa hingga Kamis. Perkembangan kondisi air baku akan kembali dievaluasi pada Jumat.
“Kami akan lihat kembali di hari Jumat perkembangannya nanti seperti apa. Semoga air baku kita di Sungai Mahakam kembali normal dan kami bisa memberikan pelayanan air bersih terhadap warga Kota Samarinda,” katanya.
Terkait IPA Bantuas, Taufik meluruskan bahwa instalasi tersebut tidak serta-merta menghentikan produksi selama 24 jam ketika terdampak intrusi air laut.
Perumdam tetap melakukan pemantauan terhadap kadar klorida air baku. Produksi akan kembali dilakukan apabila kadar klorida berada di bawah ambang 250 ppm.
“Apabila turun dari 250 ppm, kita akan produksi kembali. Jadi bukan dinyatakan pada saat Bantuas terdampak intrusi air laut kami stop produksi 24 jam,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemantauan terhadap kondisi Sungai Mahakam akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas air baku tetap memenuhi batas yang ditetapkan sebelum digunakan dalam proses produksi air bersih.
[RWT]
Related Posts
- Yono Bakrie Bikin Malam Puncak Masta UMKT 2026 Makin Meriah, 3.700 Maba Padati Lapangan Kampus
- Banyak LPJU Padam Berpekan-pekan di Ruas Utama, DPRD Samarinda Desak Dishub Evaluasi Pemeliharaan
- Kebakaran Hutan di Unmul Picu Penurunan Kualitas Udara
- 871 Lulusan UINSI Samarinda Diwisuda, Diminta Terus Belajar Hadapi Perkembangan Teknologi
- Cara Monetisasi Blog WordPress dengan Native Advertising Network









