Samarinda

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Status Sekolah Tangguh Covid-19 Bisa Dicabut

Kaltimtoday.co, Samarinda – Sejak Senin (8/3/2021) lalu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap pertama mulai di gelar di Samarinda. Atas izin Satgas Covid-19, ada empat sekolah yang bisa menggelar PTM tahap perdana ini yaitu SMP Islamic Center Jalan , SMP Nabil Husein , serta SMP 42 dan SD 022 di Berambai.

Namun, tak berarti tugas Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda berhenti sampai disitu. Sebab berdasarkan pengakuan Asli Nuryadin selaku Kepala Disdik Samarinda, setiap sekolah akan tetap dipantau secara berkala. Guna memastikan protokol kesehatan Covid-19 benar-benar dijalankan.

Baca juga:  Siap-Siap PTM Tahap Dua, Vaksinasi bagi Tenaga Pendidik Siap Digelar Lagi

“Setiap sekolah akan kami pantau dan dievaluasi,” tegasnya.

Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD dan SMP Disdik Samarinda, Barlin Kesuma menambahkan, empat sekolah yang saat ini menggelar PTM adalah sekolah tangguh Covid-19 yang bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain, menggelar PTM di masa pandemi.

“Tapi kalau ketahuan melanggar, bisa dicabut statusnya,” kata Barlin.

Tak heran sejak hari pertama PTM digelar, pihaknya tak lepas untuk mengawasi setiap sekolah. Sebab mereka menjadi percontohan bagi sekolah yang saat ini tengah mengajukan PTM. Dia mengakui, selama pemantauan, ada saja didapati beberapa anak yang lupa mengenakan masker atau menggunakan masker tidak sesuai aturan.

Baca juga:  4 Sekolah Tangguh Jadi Percontohan, Gelar Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi

“Itu jadi evaluasi kami untuk pihak sekolah, karena tidak mungkin memberi sanksi murid tapi ke sekolahnya,” jelasnya.

Meski demikian secara keseluruhan, sudah berjalan sesuai aturan protokol kesehatan. Sehingga pihaknya akan terus melakukan evaluasi kepada setiap sekolah.

“Setelah kami mengevaluasi, seluruh sekolah menyanggupi untuk melakukan perbaikan,” tuntasnya.

[LIS | NON | ADV DISDIK]

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close