Samarinda

Tak Setor Sampah, Gaji Pegawai DLH Samarinda Bisa Tidak Keluar

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dalam upaya mengurangi sampah di Samarinda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda terus berinovasi terkait pengeloaan sampah. Di antaranya melalui program setor sampah non-organik dan sampah ecobrick.

Kepala Seksi Penanganan Sampah, Zainal Abidin menuturkan, program yang diinisiasi oleh Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani ini, wajib dilakukan oleh semua pegawai DLH Samarinda. Malahan, jika ada pegawai yang tak mengumpulkan bakal bisa tak mendapatkan gaji.

Baca juga:  DLH Samarinda Pantau Pabrik Plywood di Loa Buah

“Jika tidak mengumpulkan, tidak keluar gaji,” sebutnya.

Ecobrick sendiri ialah mengumpulkan sampah anorganik dengan cara memasukkannya dalam botol mineral bekas. Program ini telah berjalan selama 8 bulan terakhir oleh DLH Samarinda.

“Satu bulan dua botol. Bulan pertama dalam ukuran kecil, bulan berikutnya satu botol tapi ukuran besar,” jelas Zainal.

Sedangkan setor sampah, para pegawai membawa sampah non-organik dari rumah masing-masing. Yang nantinya akan ditimbang per kilonya untuk dicatat.

Untuk pembayarannya, dari hasil perhitungan sampah tersebut, DLH Samarinda bekerjasama dengan pegadaian. Ada dua pilihan penukaran, seperti uang tunai atau emas.

“Intinya bukan uang yang kami hasilkan, tapi lebih kepada kami bekerja di sini (DLH) harus begitu. Sadar akan lingkungan. Jadi mulai dari diri kami masing-masing,” bebernya.

Baca juga:  Persiapkan Jadwal Penilaian Lomba Ecobrick di 10 Kecamatan, DLH Samarinda Gelar Rapat Koordinasi

Untuk program nasabah bank sampah ini telah berjalan selama 4 bulan terakhir.

“Semoga, hal ini bisa menjadi contoh agar masyarakat juga mulai peduli terhadap alam mulai dari lingkungan terdekat,” tutup Zainal.

[RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker