Bontang

Tanpa Gunakan APBD, Klinik Hemodialisa Dilengkapi Berbagai Fasilitas

Kaltim Today
25 Oktober 2019 15:15
Tanpa Gunakan APBD, Klinik Hemodialisa Dilengkapi Berbagai Fasilitas
BERI PELAYANAN TERBAIK: Wali Kota Bontang menyerahkan bunga bagi pasien yang sedang menjalani cuci darah di Klinik Hemodialisa RSUD Taman Husada Bontang.(Riri Syakira/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Bontang – Bangunan yang cukup mewah berdiri di samping ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Pembangunan gedung tersebut, ternyata sama sekali tak menggunakan APBD Bontang. Tetapi, buah dari komunikasi dan komitmen yang baik dari pihak RSUD Taman Husada Bontang sehingga klinik khusus cuci darah tersebut bisa terbangun.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menuturkan, pihak Pemkot Bontang tak mengeluarkan dana sepeserpun untuk bangunan gedung Klinik Hemodialisa.

“Kami punya inovasi, dan networking yang baik, sehingga pembangunan gedung Hemodialisa tak menggunakan dana APBD, kami hanya menyiapkan lahan,” terang Neni usai meresmikan Klinik Hemodialisa, Jumat (25/10/2019).

Menurut Neni, Klinik Hemodilisa merupakan kado bagi Pemkot Bontang yang baru saja diperingati ulang tahunnya pada 12 Oktober lalu. Pihaknya berkomunikasi dengan Presenius selaku mitra Kerja Sama Operasional (KSO) bahwa di Bontang banyak pasien gagal ginjal.

“Jadi sama sekali tidak menggunakan dana APBD Bontang,” tegas Neni.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat mengunjungi pasien cuci darah di Klinik Hemodialisa.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat mengunjungi pasien cuci darah di Klinik Hemodialisa.

dr Dyah Sawitri, selaku penanggung jawab Klinik Hemodialisa KSO dengan Presenius berupa penyediaan alat cuci darah, serta bangunan gedung yang dibangunkan oleh biaya dari Presenius.

“Kami hanya menyediakan lahan dan tenaga medis,” ujarnya.

Fasilitas dalam gedung yakni kasur pasien sebanyak 14 bed dilengkapi dengan alat cuci darah sebanyak 14 yang dilengkapi televisi untuk hiburan pasien. Bangunan tersebut juga dilengkapi ruang kepala penanggungjawab dan ruang dokter, serta perawat. Bangunan tersebut juga dilengkapi dua toilet, satu untuk pasien, dan satu untuk perawat.

Kabag TU RSUD Taman Husada Bontang, Eko Mashudi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) merupakan orang yang selalu berkoordinasi intensif dengan pihak Presenius. Baik itu terkait desain bangunan, kelengkapan bangunan, serta keamanan bangunan.

“Alhamdulillah, meski tak menggunakan dana APBD, tetapi pembangunan Klinik Hemodialisa sangat memuaskan hasilnya,” tutupnya.

[RIR | RWT | ADV]



Berita Lainnya