PPU

Tinggal 6 Meter, Jembatan Pulang Balang Ditarget Tersambung dalam 10 Hari

Kaltimtoday.co, PPU – Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Balikpapan sebentar lagi akan rampung. Jika sesuai jadwal, maka jembatan tersebut akan rampung pada 10 hari kedepan.

“10 hari kedepan tahap pembangunan jembalan Pulau Balang sepanjang 804 meter dijadwalkan all connected,” ujar Kabag Pembanguan Setkab PPU, Nicko Herlambang.

Meski demikian, masih ada kendala akses jalan di sisi darat Balikpapan.

Baca juga:  Dukung Wisata Mangrove, Pokdarwis Mentawir Bikin Oleh-oleh Khas PPU

“Masih terkendala akses jalan sisi darat arah Balikpapan dengan panjang kurang lebih 14 km,” kata Nicko.

Hingga saat ini, pekerjaan jembatan Pulau Balang masih terus dimaksimalkan pekerjaannya oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Bangun Cipta Konstruksi.

Konstruksi jembatan tipe cable stayed ini terdiri dari bentang utama sepanjang 804 Meter, jembatan pendekat sepanjang 167 meter dan jalan akses sepanjang 1.807 meter. Biaya pembangunan jembatan penghubung antar IKN dan Balikpapan sebesar Rp 1,38 triliun. Jembatan penghubung IKN dan Balikpapan juga dilengkapi dengan teknologi structural health monitoring system (SHMS) berupa sensor yang berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan konstruksi jembatan.

Sistem sensor yang berfungsi untuk memantau kondisi jembatan penghubung ini sedang dibangun tepat berada di bawah Jembatan Penghubung PPU-Balikpapan. Sensor seperti ini sudah diaplikasikan pada empat jembatan lainnya yang berada di Indonesia.

”Kini pekerjaan jembatan itu tinggal penyambungan segmen main closure ukuran 6 meter tempat di tengah jembatan, jika rampung rampung maka jembatan telah terkoneksi antara sisi PPU dengan sisi Balikpapan. Tetapi sayang, untuk akses jalan darat arah Balikpapan hingga kini belum tuntas,”sebut Nicko.

Selain itu, jembatan Pulau Balang nantinya akan menjadi konektivitas lintas selatan Kalimantan, dan sebagai jalur utama angkutan logistik karena waktu tempuh yang jauh lebih singkat, yaitu hanya 1 jam. Rincian 1 Jam itu jika menempuh rute dari Balikpapan – Kariangau – Jembatan Pulau Balang – Simpang Gersik PPU.

Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga akan mendukung rencana pengembangan Pelabuhan Peti Kemas dan kawasan industri yang berada di Kariangau, Balikpapan.

Saat ini, Jembatan Pulau Balang sumber dananya berasal dari SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara atau sukuk Negara tahun 2015-2021, dengan penganggaran sebesar Rp 1.391.042.000.000 dan nilai kontrak addendum 10 sebesar Rp 1.3B6.656.767.000 sementara waktu pemeliharaan yang disepakati selama 1.825 hari.

Baca juga:  Abdul Gafur Mas'ud Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Pengadilan Negeri PPU

“Panjang jembatan ini adalah 804 meter dengan lebar 22,4 meter dibagi empat jalur, sementara tinggi pylon 117,5 meter dan jenis bangunan di bagian atas berupa cable stayed (kabel tetap). Sementara clearance dari permukaan air laut jembatan ini mencapai 28,4 meter,” jelasnya .

Diberitakan sebelumnya, jembatan Pulau Balang telah di-groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo. Peresmian proyek itu dilakukan pada 19 November 2015 silam. Saat itu, ada beberapa proyek strategis yang diresmikan Presiden RI Jokowi, di antaranya groundbreaking bentang Panjang Jembatan Pulau Balang, groundbreaking pembangunan kereta api Borneo, groundbreaking National Marine Science and Technopark, groundbreaking Pelabuhan Benoa Taka di Kabupaten PPU serta groundbreaking proyek lanjutan Tol Balikpapan-Samarinda.

[RZY | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close