Gaya Hidup

Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Organik Cair yang Ramah Lingkungan

Kaltim Today
11 Mei 2026 10:12
Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Organik Cair yang Ramah Lingkungan
ilustrasi

Kaltimtoday.co - Limbah urine manusia yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata menyimpan potensi besar bagi sektor pertanian. Penelitian terbaru dari University of Surrey, Inggris, mengungkapkan bahwa urine bisa menjadi kunci untuk menciptakan sistem pemupukan yang lebih hijau dan hemat energi.

Melansir Phys, meskipun urine hanya mencakup sekitar 1 persen dari total air limbah, cairan ini mengandung mayoritas nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman. Unsur-unsur seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang melimpah di dalamnya merupakan komponen utama pembuat pupuk.

Inovasi Teknologi Forward Osmosis

Dalam studi yang diterbitkan di Journal of Environmental Chemical Engineering, para peneliti menggunakan metode forward osmosis. Teknologi ini bekerja dengan membuang kandungan air dalam urine namun tetap mempertahankan kadar nutrisi yang tinggi.

Berbeda dengan teknologi pengolahan limbah konvensional, proses ini jauh lebih hemat energi. Pendekatan tersebut tidak hanya mengurangi beban instalasi pengolahan air limbah, tetapi juga mendukung produksi pupuk yang berkelanjutan.

Dr. Siddharth Gadkari, penulis utama studi tersebut, menegaskan bahwa air seni adalah sumber daya yang selama ini kurang dimanfaatkan. Padahal, nutrisi utamanya sangat krusial bagi ketahanan pangan global jika diolah dengan pendekatan yang tepat.

Mengatasi Tantangan Penyaringan

Salah satu tantangan dalam proses ini adalah penggunaan membran saringan yang rentan tersumbat oleh zat organik. Penumpukan kotoran pada permukaan saringan sering kali menurunkan efisiensi alat dalam jangka waktu tertentu.

Namun, tim peneliti menemukan solusi praktis untuk masalah tersebut. Dengan melakukan penyaringan awal yang sederhana, kinerja membran meningkat secara signifikan. Selain itu, sistem ini terbukti mudah dibersihkan sehingga dapat berfungsi optimal kembali seperti baru.

Implementasi Skala Besar

Riset ini dilakukan melalui kolaborasi dengan University of KwaZulu-Natal di Afrika Selatan, yang telah mulai mengembangkan sistem pemisahan urine dalam skala besar. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang boros energi.

Pemanfaatan inovasi ini menjadi langkah strategis dalam menurunkan emisi karbon global. Terlebih lagi, gaya hidup ramah lingkungan dinilai masih mahal bagi sebagian orang, sehingga kehadiran solusi dari limbah rumah tangga ini memberikan alternatif yang lebih terjangkau dan aplikatif.

Para ilmuwan percaya bahwa transisi menuju pengolahan urine manusia akan mendukung pengelolaan air dan nutrisi yang lebih efisien di seluruh dunia. Jika teknologi ini diterapkan secara praktis, ketergantungan pada produksi pupuk konvensional yang merusak lingkungan dapat ditekan secara signifikan.

Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi https://dlhmerangin.aisyiyahduri.sch.id untuk meningkatkan pemahaman Anda.



Berita Lainnya