HeadlineKukar

Varian Omicron Sudah Menular di Kukar, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Booster

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Seiring terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 di Kutai Kartanegara (Kukar). Diketahui, sebanyak 16 orang berstatus probable Omicron.

Hal ini didapati setelah melakukan terhadap 17 spesimen pasien terkonfirmasi positif, yang dikirim oleh laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pada Kamis (10/2/2022), berdasarkan hasil S-gene Target Failure (SGTF) bisa dipastikan varian Omicron sudah masuk di Kukar.

Baca juga:  Asrama Atlet Stadion Sempaja Siap Difungsikan Jadi Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19

SGTF merupakan teknologi yang dipakai sebagai deteksi dini dan mampu melalukan pemeriksaan probable Omicron.

“Dengan demikian, jelas sudah bahwa omicron sudah terdapat di Kutai Kartanegara dan telah terjadi penularan atau transmisi lokal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr Martina Yulianti dalam rilisnya, Senin (14/2/2022).

Ditambahkannya, tingkat penularan varian Omicron ini lima kali lebih cepat dibandingkan dengan varian delta. Kemudian, menurunkan efektifitas vaksin hingga 50 persen.

Baca juga:  Potensi Ikan Melimpah, DKP Kukar Optimis Dapat Penuhi Kebutuhan Pasar di Kaltim

Dirinya mengajak kepada masyarakat, yang belum vaksin segera divaksinasi. Dan yang sudah divaksinasi hingga dosis dua secepatnya harus vaksin booster atau dosis tiga.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinkes Kukar perkembangan kasus Covid-19 pada 14 Februari 2022. Jumlah terkonfirmasi positif naik sebanyak 47 kasus, 11 sembuh dan 36 menjalani isolasi mandiri.

[SUP | TOS]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker