HeadlineSamarinda

Wakil Rektor Unmul Turun Tangan Tenangkan Mahasiswa, 4 Polisi Terluka

Kaltimtoday.co, Samarinda – Di menit akhir sebelum mahasiswa menarik diri, Wakil Rektor III Universitas Mulawarman (Unmul) Encik Ahmad Syaifudin, sekitar pukul 17.45 Wita, terlihat berada di lokasi demonstrasi. Kepada awak media, Encik menegaskan, jika kedatangannya tadi, hanya untuk memastikan sejumlah anak didiknya tidak melakukan aksi hingga malam hari.

“Saya datang ke sini untuk mengurusi mahasiswa. Dalam rangka sesuai aturan untuk mengamankan mereka,” tegasnya.

Baca juga:  Aksi Ribuan Mahasiswa Samarinda Tolak Pelemahan KPK

Dalam menyampaikan aspirasi. Menurut Encik hak tersebut sah dan tidak masalah. Asal sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak melakukan tindakan anarkis. Sedangkan untuk sejumlah dosen yang juga turut meramaikan aksi, Encik mengaku, tak bisa banyak berkomentar ke ranah tersebut. Pasalnya, sesuai yang disebutkannya barusan, jika kedatangannya hanya berfokus kepada para mahasiswa.

Akibat dari aksi mahasiswa selama lebih dari tujuh jam lamanya. Diketahui beberapa fasilitas mengalami kerusakan. Seperti pagar pintu masuk setinggi lima meter dan plang DPRD Kaltim.

“Kalau terbukti melakukan tindak anarkis, tentu ada sanksinya. Tapi kita harus bisa buktikan dulu, karena kalau dalam hukumnya itu orang perorang harus bertanggung jawab,” jelasnya.

Terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol, Vendra Rivianto menuruti, akibat situasi yang sempat memanas, dari kedua belah pihak, empat orang anggotanya harus menjalani perawatan, akibat terkena lemparan batu.

Baca juga:  114 Dosen di Unmul Deklarasi Tolak Revisi UU KPK

“Dua perwira dari polres dan dua brigadir dari Polda. Semuanya mengalami luka di bagian dada. Karena lemparan batu paping blok dari mahasiswa,” ungkap Vendra.

Dijelaskannya lebih lanjut, jika selama waktu pengamanan, pihaknya telah melakukan semua prosedur sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kita sudah berusaha untuk sabar dan anggota dewan pun sudah menyatakan akan menerima semua aspirasi mereka dalam bentuk apapun. Tapi tidak dengan semuanya,” ungkapnya.

Untuk mengamankan aksi, sedikitnya dikerahkan 700 personel kepolisian, yang terdiri dari jajaran Polresta Samarinda, Polda Kaltim, dan Brimob Polda Kaltim.

“Tidak ada peluru karet hanya gas air mata dan itu semua sudah melalui tahapan-tahapan sesuai prosedur,” tandasnya.

[JRO | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close