Gaya Hidup

Waspada! 5 Penyakit Berbahaya yang Ditularkan Tikus Selain Hantavirus

Kaltim Today
13 Mei 2026 14:25
Waspada! 5 Penyakit Berbahaya yang Ditularkan Tikus Selain Hantavirus
Selain hantavirus, tikus juga dapat menularkan berbagai penyakit. (AI)

Kaltimtoday.co - Belakangan ini, perbincangan mengenai hantavirus memicu kewaspadaan publik terhadap keberadaan tikus di lingkungan sekitar. Hewan pengerat ini bukan sekadar hama yang merusak properti, melainkan vektor penyakit serius yang mampu menularkan infeksi melalui urine, kotoran, air liur, hingga gigitan.

Beberapa infeksi bahkan berpotensi memicu komplikasi fatal jika tidak segera ditangani. Dirangkum dari berbagai sumber kesehatan, berikut adalah lima penyakit selain hantavirus yang wajib Anda waspadai:

1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira yang paling umum dikaitkan dengan tikus. Penularan terjadi saat seseorang terpapar air atau tanah yang terkontaminasi urine tikus. Bakteri ini sangat tangguh di lingkungan lembap, sehingga risiko penularan melonjak tajam saat musim hujan atau banjir.

Gejala klinisnya meliputi demam tinggi, nyeri otot, hingga mata menguning (jaundice). Jika diabaikan, infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati yang permanen.

2. Salmonelosis

Tikus sering kali membawa bakteri Salmonella pada tubuh dan kotorannya. Penularan terjadi secara tidak langsung saat tikus melewati area dapur atau menyentuh peralatan makan. Menjaga kebersihan penyimpanan makanan adalah kunci utama, karena bakteri ini menyerang sistem pencernaan dan memicu diare parah, muntah, serta kram perut.

3. Pes (Plague)

Penyakit pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Berbeda dengan infeksi lainnya, pes umumnya ditularkan melalui gigitan kutu yang sebelumnya mengisap darah tikus yang terinfeksi. Salah satu bentuk yang paling dikenal adalah bubonic plague, yang ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Meski saat ini kasusnya jarang, penyakit ini tetap masuk dalam kategori ancaman kesehatan serius menurut CDC.

4. Rat-Bite Fever (Demam Gigitan Tikus)

Sesuai namanya, penyakit ini menular melalui gigitan atau cakaran tikus yang membawa bakteri spesifik dalam air liurnya. Selain demam dan ruam kulit, dlh-pesisirbarat.aisyiyahduri.sch.id: 5 Penyakit yang Ditularkan Tikus Selain Hantavirus menekankan bahwa kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi berat yang menyerang organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak jika luka tidak segera ditangani secara medis.

5. Lymphocytic Choriomeningitis Virus (LCMV)

LCMV adalah infeksi virus yang menyebar melalui kontak dengan sekresi tikus. Fase awal infeksi ini sering kali menyerupai flu biasa, namun jika virus masuk ke sistem saraf pusat, penderita berisiko mengalami meningitis (peradangan selaput otak). Ibu hamil sangat disarankan untuk menghindari area yang rentan infestasi tikus karena virus ini dapat membahayakan perkembangan janin.

Kehadiran tikus di lingkungan pemukiman adalah masalah kesehatan publik yang serius. Melakukan sanitasi rutin dan menutup akses masuk bagi hewan pengerat ini merupakan langkah preventif terbaik untuk melindungi keluarga dari berbagai ancaman infeksi di atas.

Informasi lain terkait lingkungan bisa kunjungi dlh-pesisirbarat.aisyiyahduri.sch.id. 



Berita Lainnya